Sejumlah petugas PT. KAI menyedot air dibawah bantaran rel jalur kereta api yang amblas akibat banjir di perlintasan sepanjang Pasuruan-Bangil, Jawa Timur, Jumat (1/7). Longsornya bantaran rel kereta api sepanjang 450 meter menggantung dengan kedalaman 80-100 cm tersebut karena diguyur hujan deras dan mengakibatkan jalur kereta api Surabaya-Banyuwangi tidak bisa dilalui. ANTARA FOTO/Umarul Faruq/foc/16.

Jakarta, Aktual.com – Semua jalur kereta api yang sempat lumpuh akibat banjir luapan Sungai Cisanggarung di Cirebon, Jawa Barat, sudah dapat dilewati kereta kembali.

“Semua jalur kereta baik dari Cirebon ke Purwokerto dan Cirebon ke Tegal sudah bisa dilewati,” kata Manajer Humas KAI Daop 3 Cirebon Krisbiyantoro di Cirebon, Minggu (25/2).

Namun, kecepatan kereta api di jalur yang sempat terendam banjir masih belum seperti biasa, karena masih dalam perbaikan ringan.

Seperti di jalur lintas selatan atau Cirebon ke Purwokerto, yaitu dari arah Jakarta ke Jawa di titik yang sempat terendam kecepatan dibatasi 40 kilometer per jam.

“Sementara untuk arah sebaliknya atau hilir dari Jawa ke Jakarta di jalur selatan baru bisa dilewati dengan kecepatan 5 kilometer per jam,” tuturnya.

Jalur utara atau jurusan Cirebon ke Tegal maupun sebaliknya kereta yang akan melintasi jalur sempat terendam harus berkecepatan 20 kilometer per jam, baik dari hulu maupun hilir.

“Akan tetapi kereta yang melintas di kedua jalur tersebut sudah mulai normal kembali,” katanya.

Pada Jumat (23/2) kedua jalur kereta api baik utara maupun selatan tidak bisa dilalui kereta karena ada genangan banjir luapan Sungai Cisanggarung.

(Eka)