Warga berjalan di atas bangunan ruko yang runtuh akibat gempa 6.5 SR, di Meuredu, Pidie Jaya, Aceh, Rabu (7/12). Kabupaten Pidie Jaya dan sekitarnya diguncang gempa 6.5 SR yang berpusat pada 5.19 LU-96.36 BT, 18 kilometer timur laut Kabupaten Pidie Jaya atau 121 km tenggara Kota Banda Aceh pada kedalaman 10 km. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/kye/16.

Jakarta, Aktual.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ada 74 kali gempa susulan pascagempa bumi 6,5 SR yang terjadi di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Humas BMKG Hary T Djatmiko dalam keterangan yang diterima di Banda Aceh menyebutkan hingga hari ke empat gempa bumi Rabu (7/12) sudah 74 kali gempa susulan dengan kekuatan magnitudo yang semakin kecil.

Hasil monitoring BMKG menunjukkan jumlah gempa bumi susulan pada Rabu (7/12) terjadi sebanyak 45 kali, Kamis (8/12) terjadi sebanyak 14 kali.

Pada Jumat (9/12) terjadi sebanyak tujuh kali, Sabtu (10/12) terjadi sebanyak enam kali, dan hingga Minggu pagi (11/12) sementara baru terjadi sebanyak dua kali yaitu pada pukul 01.45 WIB dengan kekuatan magnitudo 3,5.

Gempa bumi susulan kembali terjadi dengan magnitudo 5.3 SR, pada pukul 09.50 WIB, dengan lokasi 5.32 lintang utara (LU), 96.21 bujur timur (BT) atau 18 km timur laut Kabupaten Pidie Jaya pada kedalaman 10 kilometer.

Masih seringnya terjadi gempa susulan menyebabkan warga korban gempa mengalami trauma dan takut untuk kembali ke rumah.

Saat ini, Kementerian Sosial sudah mendirikan sembilan posko pengungsian yaitu Posko Desa Rieng Blang Kecamatan Meureudu (500 jiwa), Posko Desa Meuraksa Barat Kecamatan Meureudu (800 jiwa), Posko Desa Paru Lueng Putu Kecamatan Bandar Dua (700 jiwa).

Posko Desa Meunasah Bi dan Mancang Kecamatan Meurah Dua (800 jiwa), Posko Desa Meunasah Balik Kecamatan Meuereudu (3000 jiwa), Posko Desa Pangwa Me Kecamatan Trienggadeng (600 jiwa), Posko Desa Pante Reng Samalanga (1.100 jiwa).

Serta dua posko tambahan yang baru dibentuk di Kabupaten Pidie Jaya yakni Posko Meunasah Juroeng yang menampung 1.300 jiwa dan Posko Trienggadeng menampung 700 jiwa.

(Antara)

(Eka)