Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono (tengah) didampingi Calon Wakil Gubernur Slyviana Murni (ketiga kanan) dan Anggota Tim Pemenangannya memberikan keterangan pers di Posko Tim Pemenangan Agus-Slyvi, Jakarta, Rabu (15/2). Pasangan Agus-Slyvi mengakui kekalahannya dalam PIlkada DKI Jakarta serta mengucapkan selamat kepada pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww/17.

Jakarta, Aktual.com – Eks Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dipastikan tidak akan mengikuti kontestasi Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018. Kepastian ini merupakan keputusan dari Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

“(AHY) Tidak akan muncul untuk dicalonkan dalam Pilkada, khususnya Pilkada Jawa Timur, itu clear,” terang Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo di Bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (20/5).

Disampaikan, AHY nantinya akan diberi tugas yang jauh lebih besar dibandingkan dengan Pilkada Tingkat I. Hanya saja, Roy enggan memberikan penjelasan tugas besar dimaksud. Yang jelas, tugas besar itu telah disiapkan partainya.

Apakah tugas dimaksud adalah maju sebagai calon presiden dalam Pemilihan Presiden pada 2018 mendatang? Terlebih pada Rapat Kerja Nasional di Lombok Nusa Tenggara Barat lalu memutuskan akan mengusung kader partai dalam Pilpres 2019.

“Itu persepsi masyarakat. Kita biarkan harapan masyarakat, yang jelas Mas Agus ketika beberapa waktu lalu ke Kepri dan dua minggu yang lalu di NTB, respons masyarakat Alhamdulillah sangat baik,” ucapnya.

Ditambahkan, AHY merupakan pribadi yang gentle dan bertanggungjawab. Dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 misalnya, beberapa saat setelah beberapa lembaga survei mengumumkan hitung cepat bahwa perolehan suaranya kalah, AHY dengan tegas mengakui kekalahannya.

Pengakuan itu disertai dengan sikap partai berlambang mirip segitiga mercy. Yakni dengan tidak melakukan tindakan-tindakan yang berpotensi memecah-belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

(Teuku Wildan)

()