Logo HMI/Liputan6

Jakarta, Aktual.com – Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Affandi Ismail Hasan mengatakan ada kepentingan politik tertentu dalam upaya pembubaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang sedang tren di media sosial.

“Bentuk cemooh terhadap dan pembubaran MUI ini adalah bentuk kerja buzzer. Kebencian ini dimobilisasi oleh gerakan-gerakan islamfobia,” kata Affandi kepada redaksi Aktual.com, Selasa (23/11) siang.

Affandi menjelaskan tindakan pembubaran MUI ini disinyalir dilakukan oleh beberapa kelompok yang tidak suka dengan perkembangan Islam. Baginya, tindakan ini juga berarti sebagai pengalihan isu penting lainnya.

“Kita tahu dalam era Presiden Jokowi tidak baik-baik saja. Ada hutang negara sebesar 12 triliun, rakyat masih terancam virus Covid-19 mendekati 2 tahun, pelayanan kesehatan tidak memadai dan masih banyak lagi,” lanjut Affandi.

Dia menjelaskan MUI merupakan pilar bagi umat Muslim di Indonesia dan kaum Islam sudah banyak berjasa bagi NKRI. Jika MUI dibubarkan, Affandi khawatir pengaruh paham sekuler dari luar akan mempengaruhi generasi Islam muda.

Dalam menyikapi isu pembubaran MUI ini, HMI MPO akan melakukan konsolidasi penguatan internal dengan seluruh cabang organisasi masyarakat (ormas) dan tokoh-tokoh agama.

(Shavna Dewati Setiawan)

(Aktual Academy)