Jakarta, aktual.com – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) Parama Nugroho mengatakan bibit atlet potensial bermunculan dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) BMX 2022 atau BMX National Championship di Jakarta International BMX, Pulomas, Jakarta, pada Sabtu (26/3).

Sebanyak 103 atlet dari sembilan provinsi di Tanah Air unjuk gigi menampilkan performa terbaik mereka. Lebih dari itu, Kejurnas BMX 2022 menjadi harapan baru bagi dunia BMX Indonesia karena banyak bibit atlet potensial bermunculan dalam agenda pertama tahun 2022 dari PB ISSI tersebut.

Parama mengatakan tujuan dari Kejurnas BMX 2022 ini memang untuk mencari bibit baru dan melihat sejauh mana pembinaan atlet di daerah masing-masing.

“Kami menyiapkan kompetisi agar daerah tahu potensi atletnya. Misalnya di daerah itu mengirim 10 atlet, mereka akan mengetahui atlet mana yang terbaik dan menentukan langkah selanjutnya. Jadi Kejurnas ini menjadi alat ukur yang baik,” kata Parama.

Parama berharap dengan adanya Kejurnas BMX 2022, akan lebih banyak atlet yang lahir sehingga regenerasi tetap terjaga. Bahkan, dia juga mendorong agar setiap daerah di Tanah Air memiliki trek BMX agar pembinaan terus berkesinambungan.

Dalam kesempatan yang sama, Pelatih Timnas BMX Indonesia Ari Kristanto menilai potensi atlet BMX di Indonesia cukup besar. Terlihat dari banyaknya atlet muda yang turut serta dalam Kejurnas BMX 2022.

“Setelah lama tak ada kompetisi, Kejurnas BMX ini sangat ramai. Banyak potensi-potensi baru. Sehingga persaingan lebih kompetitif. Dari kategori challenge juga mulai terlihat banyak yang bagus. Pun demikian untuk U-23. Jadi Kejurnas ini cukup bagus untuk ke jenjang berikutnya dan saya berharap dari Kejurnas kali ini, atlet mengalami perkembangan,” ujar Ari.

Dia memberikan wejangan kepada atlet muda Indonesia untuk tidak mudah menyerah. “Atlet harus tekun berlatih karena semuanya butuh proses. Jangan sampai menyerah. Ketika mereka tampil bagus, kami dari pelatnas pasti akan terus memantau perkembangan atlet dan bukan tidak mungkin suatu saat bisa membela Merah Putih di pentas internasional,” kata Ari.

Dalam ajang tersebut, sejumlah kategori diperlombakan mulai dari Elite (putra dan putri), U-23 (putra dan putri), Junior (putra dan putri), Challenge 15-16 (putra dan putri), serta Challenge 13-14 (putra dan putri).

Menurut Parama, BMX menjadi disiplin paling penting dalam pembinaan olahraga balap sepeda. Banyak atlet pelatnas dari berbagai disiplin lainnya yang memulai karier dari disiplin BMX. UCI mengatur kategori usia BMX Racing dimulai dari lima tahun.

“Kejurnas BMX kali ini juga melombakan kategori U-23, di mana atlet yang turun pada kategori tersebut juga bisa turun di kategori Elite. Sehingga ada masa transisi dari Junior ke Elite,” pungkas Parama.

(Antara)

(Rizky Zulkarnain)