Jakarta, Aktual.com — Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB-PGRI) Sulistyo mengatakan bahwa aksi demonstrasi yang dilakukan oleh guru dan tenaga kerja honorer se-Indonesia hari ini untuk mengingatkan pemerintah akan janjinya.

Pemerintah diminta segera mengeluarkan regulasi yang bisa dijadikan dasar mengangkat guru honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Targetnya ada regulasi yang menjadi dasar pemerintah untuk mengangkat mereka jadi PNS. Kedua, mereka bisa mendapat penghasilan minimal untuk guru. Buruh saja sudah diatur, pekerja sudah diatur, masa guru belum,” kata Sulistyo, saat ditemui disela-sela aksi demonstrasi, di Komplek Gedung DPR RI, Senayan, Selasa (15/9).

Ia menyampaikan, aksi demonstrasi ini diikuti dengan melakukan negoisasi antara para guru beserta tenaga kerja honorer dengan Menteri PAN-RB Yuddy Chrisnandi dan Mendikbud Anies Baswedan.

“Nanti ada negosiasi dengan Menteri PAN-RB, Mendikbud, Kementerian Keuangan termasuk DPR dan DPD, bagaimana kedepannya (nasib guru honorer). Bagaimana solusi yang bisa diambil untuk selesaikan masalah ini,” papar dia.

Setelah itu, sambung dia, jika dalam negosiasi tidak mencapai kata kesepakatan hasil, maka dipastikan gejolak massa yang diisi para guru dan pekerja honorer ini akan semakin besar, pada Rabu (16/9) besok, khususnya di Istana Negara.

“Kalau tidak ada solusi, besok kita demo di Istana seharian. Kalau tetap tidak ada jalan, mereka akan mengumpulkan massa yang lebih besar lagi. Karena tenaga honorer guru dan non-guru itu mencapai 1,1 juta. Tapi kalau guru K2 itu mencapai 439 ribu,” tegas senator asal Jawa Tengah itu.

()