Tripoli, Aktual.com – Misi Pendukung PBB di Libya (UNSMIL) mengutuk pemboman masjid di Kota Benghazi, Libya Timur, yang telah menewaskan dua orang dan melukai 143 orang lainnya.

“UNSMIL mengutuk keras pemboman brutal di Al-Majouri, Benghazi, yang kedua di Benghazi dalam waktu kurang dari satu bulan. Laporan mengenai korban jiwa sangat memprihatinkan,” kata UNSMIL di dalam satu pernyataan seperti yang dilansir Reuters, Sabtu (10/2).

“Serangan langsung atau membabi-buta terhadap warga sipil dilarang berdasarkan hukum kemanusiaan internasional dan merupakan kejahatan perang,” katanya.

Misi itu menyerukan “penyelidikan segera dan tak memihak untuk menyeret para pelaku ke pengadilan”. Pemerintah dukungan PBB di Tripoli juga mengutuk pemboman tersebut, dan menyarankan “upaya bersama guna memerangi aksi teror dan yang mengancam keselamatan serta keamanan negeri ini, serta menyeret mereka ke pengadilan”.

Libya telah dirongrong wabah kerusuhan dan perpecahan politik sejak aksi perlawanan, yang menggulingkan pemerintah Muammar Gaddafi pada 2011.