Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siraj didampingi Waketum PBNU Maksum Mahfudl, Sekjen PBNU Helmy Faisal Zaini saat konferensi pers seputar pembakaran bendera Tauhid di kantor PBNU, Jakarta, Rabu (24/10/2018). PBNU menyatakan sebagai bentuk jaminan atas tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) maka segala bentuk upaya menuju makar harus ditindak tegas. Menurutnya, berdasarkan temuan tim pencari fakta yang dibentuk PBNU, pengibaran HTI tak cuma terjadi di Garut. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj mengatakan pendidikan di pondok pesantren lebih unggul daripada lembaga pendidikan yang lain.

“Pesantren mempunyai kapital sosial yang sangat luar biasa, punya etika, punya niat visi dan misi ke depan yang sangat baik,” kata Said di Jakarta, Selasa (22/10).

Ia mengatakan keunggulan pesantren itu karena bisa hadir bagi pendidikan bangsa di segala lapisan masyarakat dan tak lekang oleh zaman. Sejak zaman sebelum kemerdekaan hingga kini pesantren turut mengisi peradaban budaya, bangsa dan kemasyarakatan.

Menurut dia, saat ini negara sudah mengakui keberadaan pesantren melalui Undang-undang Nomor 18 Tahun 2019. Melalui regulasi itu ada afirmasi negara atas fungsi pesantren yang memiliki banyak kelebihan yaitu untuk pendidikan, dakwah dan pemberdayaan umat.

Sementara itu, Ketua Rabhithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin) mengatakan dalam peringatan Hari Santri Nasional 2019 salah satunya diisi dengan salawat nariyah yaitu salawat untuk meminta keselamatan bangsa.

(Abdul Hamid)