Jakarta, Aktual.co — Kepala Perum Bulog Sulteng, Mar’uf mengatakan bahwa Bulog Sulawesi Tengah hingga kini masih sulit bersaing membeli beras petani karena harga beras yang dipatok pedagang cukup tinggi.

“Ya kami masih kesulitan membeli beras petani untuk memenuhi target yang ditetapkan, sebab harga beras pembelian pedagang diatas harga pembelian pemerintah (HPP),” kata Kepala Perum Bulog Sulteng, Mar’uf di Palu, Rabu (22/10).

Ia mengatakan pedagang membeli beras petani saat ini berkisar Rp6.900-Rp7.000/kg.

Sementara Bulog membeli beras petani berdasarkan standar HPP yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp6.600/kg.

Dengan selisih seperti itu, Bulog cukup sulit membeli beras petani karena mereka lebih memilih menjual kepada pedagang langsung ditempat.

Sekarang ini, kata Mar’uf banyak berkeliaran di kantong-kantong produksi beras di Sulteng pedagang dari luar daerah.

Terutama pedagang dari Manado (Sulut) dan Gorontalo. Mereka membeli beras petani dan membawa pulang ke daerahnya dan menjual dengan harga cukup mahal.

Apalagi, lanjutnya, harga beras di Manado dan Gorontalo terbilang cukup tinggi.

Selain banyaknya pedagang dari luar, juga panen petani pada musim panen (MP) 2014 ini sedikit menurun dibandingkan sebelumnya karena musim kemarau banyak sawah tidak diolah petani.

Bulog Sulteng sampai sekarang ini baru membeli beras petani sebanyak 18.000 ton dari target yang ditetapkan sebanyak 47.000 ton.

Meski realisasi pengadaan kecil, tetapi stok beras yang ada di gudang Bulog Sulteng sampai pada saat ini masih mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Kita masih kuasai stok sekitar 13.000 ton,” katanya.

()

(Eka)