London, Aktual.com – Kepala badan energi atom Rusia Rosatom memperingatkan pada Senin (21/11) tentang kemungkinan terjadinya kecelakaan nuklir di PLTN Zaporizhzhia di Ukraina, menyusul serangan roket ke fasilitas itu pada akhir pekan.

Moskow dan Kiev telah berbulan-bulan saling melempar tudingan atas penembakan roket ke pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa itu, yang jatuh ke tangan pasukan Rusia pada Maret, tidak lama setelah menginvasi Ukraina.

Penembakan terkini pada Ahad (20/11) memicu kekhawatiran baru terhadap kemungkinan bencana nuklir di PLTN tersebut.

“Pembangkit itu berisiko mengalami kecelakaan nuklir. Kami bernegosiasi dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) sepanjang malam tadi,” kata CEO Rosatom Alexei Likhachev kepada Interfax.

Rosatom telah mengendalikan PLTN Zaporizhzhia melalui salah satu anak perusahaannya sejak Presiden Vladimir Putin pada Oktober memerintahkan Rusia untuk menguasai pembangkit itu secara formal dan memindahkan staf Ukraina ke entitas Rusia.

Kiev mengatakan pemindahan aset semacam itu sama saja dengan pencurian.

IAEA telah menyerukan pembentukan zona keamanan di sekitar PLTN tersebut, sesuatu yang disebut Likhachev hanya dimungkinkan jika disetujui oleh Amerika Serikat.

“Saya pikir jarak yang jauh antara Washington dan Zaporizhzhia seharusnya tidak menjadi alasan bagi Amerika Serikat untuk menunda keputusan soal zona keamanan,” kata dia.

Kepala Rosatom itu juga mengatakan tampaknya Kiev mau “menerima” sebuah “kecelakaan nuklir kecil” di PLTN tersebut.

“Ini akan menjadi preseden yang akan mengubah jalan sejarah selamanya. Oleh karena itu segalanya harus dilakukan sehingga tak seorang berpikir untuk melanggar keamanan pembangkit listrik nuklir,” kata Likhachev seperti dikutip TASS. (Reuters)

(As'ad Syamsul Abidin)