Malang, Aktual.com – Pelatih Arema Indonesia Suharno, mengaku anak asuhnya cukup berat untuk menghadapi Persela Lamongan dan Sriwijaya FC di ajang Piala Presiden yang digelar mulai 31 Agustus mendatang.

“Selain memiliki beban cukup berat sebagai tuan rumah babak penyisihan grup, Arema juga harus menghadapi tiga tim yang cukup berat di grup B bersama Persela Lamongan, Sriwijaya FC dan PSGC Ciamis. Dua tim yang sudah mapan ini cukup sulit ditaklukkan, bahkan tim PSGC Ciamis pun juga harus diperhitungkan karena sulit diprediksi kekuatannya,” kata Suharno di Malang, Jawa Timur, Jumat (14/8).

Ia mengakui tiga tim calon lawan yang dihadapi di ajang Piala Presiden itu memiliki kekuatan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Oleh karena itu, persiapan secara fisik, mental dan teknis, harus dilakukan lebih serius lagi, apalagi kondisi Arema sampai saat ini belum memiliki performa ideal.

Pembagian grup yang sudah diumumkan itu, katanya, menjadi tantangan tersendiri baginya karena tim-tim yang bakal dihadapinya merupakan tim yang sudah komplet komposisi pemainnya.

Padahal, Arema harus lolos pada babak penyisihan dihadapan pendukung setianya di Stadion Kanjuruhan Kepanjen.

Menurut Suharno Persela memiliki materi pemain yang tidak berbeda jauh dengan komposisi Persela sebelum kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) dihentikan. Materi lokal Persela masih lengkap, bahkan pemain asingnya pun wajib diperhitungkan.

Demikian juga dengan Sriwijaya FC yang kini ditangani pelatih Benny Dollo, bahkan kekuatan Sriwijaya FC masih utuh.

“Sriwijaya FC akan menjadi lawan terberat ARema di babak penyisihan nanti, namun bukan berarti dua tim lainnya dianggap enteng karena Persela maupun PSGC Ciamis tidak memiliki beban, sehingga keduanya bisa bermain lepas,” ujarnya.

Menjelang digulirkannya Piala Presiden akhir Agustus nanti, komposisi tim berjuluk Singo Edan itu justru cenderung menurun, karena kekurangan pemain, sehingga tim pelatih harus bekerja keras memutar otak untuk menggenjot kemampuan pemainnya, baik fisik maupun mental, bahkan harus menyiapkan teknik dan taktik bermain untuk bisa mengalahkan lawan-lawannya di kandang.

Dalam turnamen berhadiah Rp3 miliar untuk juara pertama dan kedua (runner up) sebesar Rp2 miliar itu, Arema berada di grup B sekaligus sebagai tuan rumah.

Selain hadiah uang bagi para juara, klub peserta juga akan mendapatkan “match fee” sebesar Rp500 juta jika mampu melaju ke babak selanjutnya, serta akan mendapatkan uang transportasi sebesar Rp100 juta dan bonus hak siar televisi sebesar Rp5 juta.

Grup A di ajang Piala Presiden itu dihuni Persib Bandung (tuan rumah), Persiba Balikpapan, Persebaya Surabaya, dan Martapura FC. Sedangkan grup B dihuni oleh Arema (tuan rumah), Persela Lamongan, Sriwijaya FC, serta PSGC Ciamis.

Sementara grup C dihuni oleh Bali United (tuan rumah), Mitra Kukar, Persija Jakarta, dan Persita Tangerang. Dan, grup D dihuni PSM Makassar (tuan rumah), Pusamania Borneo, Persegres Gresik, serta Persipasi Bandung Raya.

(Ant)

()