Jakarta, Aktual.com — Mantan petinju Indonesia, Wiem Gomies menyatakan sistem pola dasar penting bagi para atlet dalam menghadapi kejuaraan.

“Sistem pola dasar merupakan hal yang penting bagi petinju dalam menghadapi kejuaraan, sehingga ketika bertanding tidak asal-asalan, karena jika pola dasar kurang para petinju terkena pukulan dan “shock” atau kaget pada akhirnya akan menghilang,” katanya di Ambon, Rabu (28/10).

Menurut dia, bertinju yang baik itu tidak terlalu sulit jika dilatih secara rutin dan perlahan-lahan, dimulai dari latihan kaki, tangan, selanjutnya program dan dilakukan sistem latihan fisik, teknik, taktik dan strategi.

“Selain kesiapan latihan juga harus ditunjang fisik yang baik serta disiplin, sehingga ketika menghadapi lawan tidak perlu khawatir,” katanya.

Wiem yang juga pelatih mengatakan, ada dua syarat yang harus dilakukan petinju yakni daya tahan kekuatan yakni fisik, daya tahan kecepatan, jika keduanya sudah baik maka tidak terlalu sulit untuk melakukan kecepatan pukulan.

“Tetapi jika lamban pukulan akan kelihatan, karena itu jika menghadapi petinju yang fifiknya lebih tinggi atau besar, yang dibutuhkan hanya daya tahan kekuatan dan kecepatan,” ujarnya.

Ia mengakui, pihaknya telah mempersiapkan kader cukup banyak yang nantinya akan melanjutkan masa depan tinju Maluku melalui pembinaan PPL tingkat sekolah dan penjaringan di sasana.

“Persiapan dilakukan agar nantinya ada petinju yang tidak lagi berlatih, tetapi ada yang masuk untuk menggantikan dan dipersiapka mengikuti kejuaraan,” katanya.

Dijelaskannya, persiapan petinju Maluku cukup baik karena telah dibimbing selama tujuh bulan, sehingga dasar pola juga baik.

“Petinju yang dipersiapkan telah mengikuti latihan dasar yang baik. Jika pola dasar yang belum bagus kita tidak mau, karena kita tidak mau menjadi “bulan-bulanan” diatas ring, hal itu sangat berbahaya,” katanya lagi.

Wiem berharap, kejurnas Pra PON sebanyak mungkin petinju yang akan lolos ke PON Jabar, ditunjang dengan bakat dan latihan yang cukup.

“Jika kita lihat perbandingan antara petinju Papua dan Sulawesi selatan, Maluku masih lebih baik karena displin dan pembinaan terus ditempa untuk dipersiapkan menuju Kejurna Pra PON dan menju PON Jabar,” katanya.

Wiem Gomies merupakan legenda tinju amatir Indonesia. Prestasi Wiem Gomies diawali dengan meraih medali emas kelas 71 kg PON VII/1969 di Surabaya. Setelah itu, ia meraih dua medali emas asian Games, satu medali emas kejuaraan Asia serta sederet prestasi nasional dan ASEAN.

Wiem Gomies berhenti bertinju pada tahun 1981 dan beralih menjadi pelatih tinju Maluku.

()

()