Jakarta, Aktual.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menilai pelonggaran pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat di Ibu Kota berpotensi mendongkrak ekonomi salah satunya dari sektor ritel.

“Semua dimungkinkan ada pelonggaran,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Selasa (10/8).

Meski ada pelonggaran, Riza meminta masyarakat tidak kendor dan abai dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Jadikan protokol sebagai kebutuhan, jangan karena ada aturan, regulasi, jangan karena ada aparat yang mengawasi, jangan karena ada sanksi yang akan dikenakan bagi yang melanggar, baru kita disiplin,” ucap Riza.

Adapun beberapa unit usaha yang sudah dibuka, kata Riza, yakni pasar, salon dan mal atau pusat perbelanjaan dengan kapasitas maksimal 25 persen dari kapasitas.

Adapun syarat bagi pengunjung untuk memasuki mal atau pusat perbelanjaan adalah membawa kartu vaksin salah satunya melalui aplikasi Peduli Lindungi.

“Harus diikuti dengan sertifikat vaksin, jadi itu tidak bermaksud memberatkan masyarakat karena memang sudah sebagian besar masyarakat sudah mendapatkan vaksin,” beber Riza.

Sebelumnya, pemerintah pusat mulai melakukan uji coba pembukaan mal serta pusat perbelanjaan di kota dengan status PPKM level 4 pada 10-16 Agustus 2021 salah satunya di Jakarta.

Sementara itu, anak-anak di bawah 12 tahun dan orang tua di atas 70 tahun dilarang masuk pusat perbelanjaan atau mal.

Selain mengizinkan mal beroperasi secara bertahap, pemerintah mulai membuka tempat ibadah dengan kapasitas maksimal 25 persen.

Sementara itu, sejumlah mal di Jakarta mulai buka di antaranya Grand Indonesia dan Mal Taman Anggrek.

Pengelola Grand Indonesia misalnya telah memasang barkode Peduli Lindungi untuk pemindaian sertifikat vaksianasi di semua akses masuk.

Kemudian akan dicek oleh petugas keamanan untuk memastikan hanya pengunjung yang sudah divaksin yang diperbolehkan masuk.

“Setiap orang yang masuk ke area mall wajib scan QR Code tersebut untuk ‘check in’ serta menunjukkan sertifikat vaksin melalui aplikasi Peduli Lindungi,” kata Corporate Communications Grand Indonesia Annisa Hazarini.

(Antara)

(Nusantara Network)