Jakarta, Aktual.com — Yudi Akbar Rizky 18 tahun, mahasiswa Universitas Islam Sunan Ampel Surabaya, semester 1, yang meninggal saat menjalani diklat UKM pecinta alam Mapalsa pada Sabtu (17/10) di Wana Wisata Sumuran RPH Rejosari, Malang dimakamkan di Gunung Sari Surabaya.

Warga Sukilolo Park Regency 1/16 Surabaya itu, diberangkatkan dari rumah duka kediaman kakeknya, di Jalan Gajah Mada Surabaya dan diiringi oleh rekan-rekan kuliahnya.

Saat jenasah anak ke tiga dari tiga bersaudara tersebut dimakamkan, kedua orang tua Yudhi nyaris tidak berdaya. Sepanjang perjalanan ke makam hingga akhir proses pemakaman, tak henti-hentinya menangis. Bahkan saat pengantar sudah meninggalkan makam, ibu kandung Yudhi masih tertunduk lemas di batu nisan anakya.

Kakak kandung Yudhi, bernama Dedi juga tampak menahan sedih. Matanya yang sempat berkaca-kaca, pada akhirnya tak terbendung saat berdiri meninggalkan makam.

“Saya hanya bertemu adik saya itu setiap dua minggu sekali. Ternyata sekarang sudah meninggal” ujar Yudhi.

Yudhi sendiri tidak mengetahui apakah adiknya ada riwayat sakit atau tidak. Namun, pada tiga hari sebelumnya Yudi merasa ada firasat yang tidak seperti biasanya.

“Saat itu saya tiba-tiba merindukan adik saya. Padahal itu tidak seperti biasnyanya” lanjutnya.

Karena rasa rindu itulah, Dedhi memilih pulang yang kebetulan ada pertemuan keluarga. Sayang, pada saat pulang, Dedhi tidak bertemu Yudhi karena mengikuti diklat mapala.

“Saya tanya ke orang tua ternyata katanya besok pulang. Ternyata benar, besok harinya yang kebetulan hari ini, dia memang pulang. Tapi sudah meninggal.” ujar dia.

(Wisnu)