Syekh Dr. Mahmod Abu al Huda al Huseini saat mengisi Sya'rah "Hizab Bahr" Thoriqoh Syadziliyah di Zawiyah Arraudhah, Jalan Tebet Barat VIII, Jakarta Selatan, Senin (16/7/2018). Cucu Quthbul Aulia Syekh Imam Ahmad Arrifai ra Syiria - Turki, Mursyid Thoriqoh Darqowiyah Syadziliyah ini akan mengisi kajian di Zawiyah Arraudhah selama dua hari hingga 17 Juli 2018. AKTUAL/Tino Oktavino

Jakarta, Aktual.com– Thariqah merupakan salah satu jalan menuju Allah SWT, thariqah yang ada di Indonesia sudah sangat banyak tersebar di berbagai daerah. Beberapa thariqah yang terkenal seperti Thariqah Syadziliyah, Thariqah Qadiriyah, Thariqah Naqsyabandiyah dan lain-lain.

Dalam buku Mengenal Lebih Dekat Thariqah JATMAN DKI menyampaikan bahwa thariqah adalah ilmu untuk mengetahui hal ihwal nafsu dan sifat-sifatnya, mana yang tercela kemudian dijauhi dan ditinggalkan, mana yang terpuji kemudiaan diamalkan.

Sedangkan dalam kitab Jami’ul Ushul fil Auliya’ disebutkan bahwa thariqah adalah laku tertentu orang-orang yang menempuh jalan kepada Allah berupa menapaki jalan setapak demi setapak dan naik ke maqam-maqam tempat mulia.

Menurut Rais ‘Am JATMAN Habib Muhammad Luthfi bin Yahya membagi thariqah menjadi dua bagian, yaitu:

Pertama, Thariqah Syari’ah

Thariqah Syariah adalah sebagaimana diketahui dalam ilmu fiqih, yakni aturan-aturan seperti yang disebutkan dalam kitab-kitab para fuqaha yang mu’tabar seperti Imam Malik bin Anas, Imam Abu Hanifah, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal. Juga dari kalangan Muhaditsin dan Mufassirin seperti Imam Ahmad, Muslim, Bukhari, dan lain-lain.

Kedua, Thariqah Wushul

Thariqah Wushul adalah hasil dari Thariqah Syariah dan terbagi lagi mejadi dua kelompok yang senantiasa menempuh jalan untuk bisa wushul kepada Allah SWT. Pertama, bagi orang-orang yang berpegang pada sunnah Nabi Muhammad SAW, adab, dan akhlaknya yang merupakan pintu utama untuk masuk pada thariqah wushul.

Selanjutnya dalam buku tersebut dijelaskan bahwa bagi orang yang ingin merasakan wushul hendaknya mengetahui terlebih dahulu mengerti syarat-syarat masuk thariqah serta tata caranya.

Kemudian hendaknya mengikuti guru dan syekhnya dengan khidmat, muwafaqah (menganggap benar), dan mengindar dari su’udzan atau buruk sangka terhadap syekhnya dalam segala keadaan dan ucapannya walaupun secara lahir bertentangan dengan kebiasaan.

Adapun thariqah wushul yang kedua adalah orang-orang yang berkehendak meraih hasil dari thariqah wushul pertama, dia mesti memperindah dan meningkatkan dirinya dengan syariat Allah dan Sunnah Rasul-Nya, terutama ketika sedang menjalani prosesi suluknya.

Dengan demikian thariqah adalah suatu praktek perbuatan untuk membersihkan hati dan mensucikan relung-relung hati dari karatnya kelalaian dan salah pahamnya kebodohan.

Relung-relung hati itu tidak bisa disucikan kecuali dengan berzikir kepada Allah SWT dengan cara tertentu. Zikir merupakan upaya untuk membersihkan hati dari kotoran dan kelalaian. Pembersihan tersebut bersifat wajib maka memasuki thariqah adalah wajib hukumnya.

Waallahu a’lam

(Rizky Zulkarnain)

(Arie Saputra)