Jakarta, Aktual.co —  Pembatalan kenaikan harga BBM Nonsubsidi yang seyogyanya akan berlaku pada hari ini dinilai sebagai bentuk kekacauan kinerja tim ekonomi Presiden Jokowi, yang dalam hal ini mencakup kinerja Menko Perekonomian, Menteri BUMN, Menteri ESDM, dan Direksi Pertamina.
Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI), Ferdinand Hutahaean mengatakan, kejadian tersebut merupakan kejadian yang luar biasa, dalam arti tidak adanya koordinasi yang baik dalam kebijakan yang menyangku publik itu. Dimata Ferdinand, kebijakan yang dibatalkan tersebut merupakan kebijakan yang terkesan coba-coba.
“Masa memimpin perusahaan sebesar Pertamina yang notabene milik negara seperti memimpin warung kecil milik sendiri?” kata Ferdinand melalui keterangan tertulis, Jakarta, Jumat (15/5).
Pembatalan kenaikan harga BBM ini, lanjut Ferdinand, indikator yang sangat sah dan tidak bisa dipungkiri sebagai bukti nyata kinerja buruk Menko Perekonomian, Mentri BUMN, Mentri ESDM dan Direksi Pertamina.
“Ini tidak boleh terulang lagi. Kebijakan yang tidak matang kenapa dipaksakan, padahal dampak dari kebijakan kenaikan BBM sangat besar pengaruhnya terhadap masyarakat,” kata Ferdinand. 
Lebih lanjut ditegaskan dia, Presiden Joko Widodo harus segera melakukan evaluasi dan perombakan atau reshufle terhadap Tim Ekonominya, yakni Menko Perekonomian, Menteri BUMN, Menteri ESDM dan juga segera mengganti Direksi Pertamina.
“Mereka ini jelas tidak paham bagaimana memimpin bangsa sebesar ini. Hal ini tidak boleh ditoleransi lagi, bahwa tidak boleh ada kebijakan coba-coba terhadap publik dan yang menyangkut hajat hidup orang banyak,” tegas Ferdinand. 
Seperti diketahui, pada Jumat (14/5) kemarin, tersebar selebaran surat pengumuman dari Pertamina terkait kenaikan harga BBM. Namun kemudian, pada tengah malam (Jumat) tadi dibatalkan. 

Artikel ini ditulis oleh: