Jakarta, Aktual.co —Masih terkatung-katungnya penyusunan alat kelengkapan dewan untuk komisi di DPRD DKI, berbuntut kekecewaan dari para anggota dewan di Kebon Sirih.
Sejumlah anggota dewan mulai menunjukan tanda-tanda mosi tidak percaya dengan pimpinan dewan. Bahkan, tersiar kabar para anggota dewan mengancam akan mogok kerja secara massal.
“Saya denger ada rencana temen-temen anggota dewan untuk tidak masuk kerja bersama-sama. Katanya hal itu dilakukan sebagai ungkapan protes terhadap pimpinan dewan yang belum kelar juga membentuk susunan komisi,” kata Ketua  Fraksi Partai Nasdem Bestari Barus, di DPRD DKI Jakarta, Senin (27/10).
Meski mengaku sudah mendengar kabar itu, namun Bestari mengaku tak tahu kapan persisnya mogok kerja para anggota dewan bakal dilakukan. 
Bestari sendiri menilai wajar kalau para anggota DPRD merasa marah dan kesal dengan belum terbentuknya susunan komisi sampai saat ini. 
“Sebab dengan belum terbentuknya komisi kerjaan apa yang harus dilakukan. Masuk kantor pun tidak ada kerjaan. Saya kira itu yang mendasari temen-temen untuk bolos massal,” ujarnya.
Dia sendiri mengaku kalau dirinya dan teman-teman sesama anggota DPRD merasa malu dengan konsituen dan warga Jakarta. 
Karena sejak dilantik Agustus lalu, para anggota dewan hanya memakan gaji buta saja tanpa memulai kerja lantaran terkatung-katungnya pembentukan komisi. 
“‘Karena itu tadi, kelengkapan dewan yang merupakan bagian dari tupoksi kami dalam melangkah kerja belum terbentuk juga. Salah satunya terkait soal pembentukan susunan komisi yang belum kelar juga.”

()