Jakarta, Aktual.com – Aktivis perempuan Prof. Musdah Mulia mengatakan para perempuan harus diberdayakan agar tidak mudah terpengaruh oleh paham radikal yang menyesatkan dari kelompok tertentu.

“Bagaimana kita memberdayakan kaum perempuan agar dia tidak mudah dicekoki dengan pemahaman-pemahaman apapun yang membuat dia kehilangan kemanusiaannya,” kata Musdah Mulia, dalam seminar daring bertajuk Puasa untuk Counter Violence and Extremism, yang dipantau di Jakarta, Rabu (28/4).

Dia mengatakan dalam pemahaman kelompok radikal, orang-orang thogut (syetan) memang harus dibunuh dan itu adalah bagian ibadah kelompok radikal.

Musdah menjelaskan hingga saat ini masih ada segelintir pengajian yang mengajarkan pemahaman keagamaan yang radikal kepada para jamaahnya, termasuk jamaah perempuan.

Doktrin yg diajarkan oleh kelompok ini cenderung menghakimi orang lain yang berbeda pemahaman dengan mereka.

Padahal dalam ajaran Islam, kata dia, perintah nahi munkar (mencegah yang tidak baik) ditujukan untuk memperbaiki diri sendiri dulu.

“(Ini) harus kita mulai dari diri kita sendiri,” tuturnya.

Sementara cara untuk menegakkannya pada orang lain adalah melalui upaya edukasi, advokasi dan publikasi yang tujuannya agar manusia terhindar dari perbuatan munkar.

Selain itu perintah amar ma’ruf (menyeru pada kebaikan) juga harus dipahami dengan cara memberdayakan diri.(Antara)

(Warto'i)