Tripoli, Aktual.com – Perdana Menteri Libya Fayez Serraj, yang didukung PBB mengutuk atas serangan oleh kelompok bersenjata terhadap keluarga pengungsi Tawergha di dekat Kota Bani Walid, sekitar 180 kilometer di sebelah barat-daya Tripoli.

“Kepala Dewan Kepresidenan Pemerintah Kesepakatan Nasional mengutuk intimidasi terhadap keluarga Tawergha oleh kelompok bersenjata di dekat Daerah Gararat Al-Gatf, dalam upaya merusak kesepakatan perujukan antara Kota Misurata dan Touragha,” kata Serraj di dalam satu pernyataan, Senin (5/2).

“Kelompok ini telah dan terus memerangi upaya orang Libya untuk mencapai konsensus,” kata Serraj. Ia menyatakan dukungan akan terus mengalir bagi pelaksanaan kesepakatan perujukan.

“Dewan Kepresidenan memuji upaya Dewan Kota Praja Misurata, Dewan Tawergha setempat, dan komite tetua serta perujukan kedua kota besar tersebut, yang terus bekerja guna menjamin kepulangan orang Tawergha,” tambah pernyataan itu.

Media lokal melaporkan kelompok bersenjata menyerang kamp sementara buat pengungsi Tawergha di dekat Desa Gararat Al-Gatf di Bani Walid, tempat mereka membakar tenda keluarga pengungsi, memukuli sebagian dari mereka dan mencuri sebagian kendaraan mereka.

(Andy AbdulHamid)