Jakarta, Aktual.com — Pemerintah diminta untuk memberikan perhatian khusus kepada para pelaku Industri kreatif, khususnya dalam akses permodalan. Pasalnya, selama ini dukungan pemerintah untuk menjadikan industri kreatif sebagai salah satu sektor dalam mendukung perekonomian nasional masih dianggap kurang maksimal.

Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif Fadjar Hutomo mengungkapkan, saat ini banyak peluang sumber permodalan yang bisa dimanfaatkan oleh pemerintah guna mewujudkan realisasi peningkatan industri kreatif, salah satunya adalah perusahaan-perusahaan modal ventura.

“Pemerintah mestinya   memberikan insentif kepada perusahaan-perusahaan modal ventura. Karena mereka telah melakukan tugas negara untuk mengembangkan ekonomi kreatif,” kata Fadjar dalam diskusi “Insentif Ekonomi untuk Industri Kreatif” di HIPMI CENTRE, Menara Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (15/3).

Menurut Fadjar, perusahaan jenis industri kreatif  dengan intangible asset (aset tak berwujud) membutuhkan sumber permodalan yang berbeda dengan tangible asset (aset berwujud).

“Sumber modalnya seharusnya long term,” tuturnya

Sampai hari ini, menurut Fadjar, pemerintah belum sepenuhnya memperhatikan industri kreatif

“Pemerintah perlu memberikan insentif bagi investor yang ingin membiayai industri kreatif, salah satunya perusahaan modal ventura,” jelasnya.

Fadjar membeberkan, saat ini para pelaku industri kreatif juga masih sulit dalam mengakses lembaga perbankan. Pasalnya,  sekitar 73 persen perbankan dan lembaga keuangan meminta jaminan tanah dan bangunan ketika para pelaku industri kreatif meminta bantuan permodalan.

“Padahal, aset utama mereka sebenarnya adalah daya kreativitasnya. Olehnya itu pemerintah harus perhatikan ini,” bebernya.

Selain permodalan, ujar Fadjar, pemerintah juga perlu meningkatkan iklim penelitian yang baik bagi keberlangsungan industri kreatif. Ekonomi kreatif tak bisa lepas dari penelitian.

“Pemerintah  harus mendorong pemasaran produk-produk industri kreatif melalui e-commerce,” tukasnya.

(Eka)