Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Jakarta, Aktual.com – Pemerintah tidak akan menetapkan gempa dan tsunami yang menghantam Palu dan wilayah sekitarnya di Sulawesi Tengah, sebaga bencana nasional.

“Enggak perlu saya kira, penanganannya sudah lebih dari bencana nasional,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Jakarta, Senin (1/10).

Luhut menegaskan penanganan bencana sudah sangat baik, baik dari TNI, Basarnas dan semua yang terlibat.

Dia menambahkan alat berat sudah masuk dan listrik sudah mulai menyala sebagian.

“Di sana alat berat sudah bermasukan, listrik mulai hidup, telepon juga bertahap mulai hidup, makanan juga sudah mulai ada pengangkutan oleh TNI dari Makassar dengan Hercules,” katanya.

Dengan demikian, Luhut menilai respons pemerintah atas peristiwa yang sudah merenggut 800 nyawa lebih itu sudah sangat baik.

“Jadi saya pikir ‘over all’ semua ditangani pemerintah sangat cepat,” akunya.

Di sisi lain, pada Minggu (30/9), masyarakat yang terdampak gempa dan tsunami itu, melakukan penjarahan di Mall Tatura, akibat dari belum adanya bantuan yang diberikan oleh pemerintah.

Selain itu, Luhut juga menegaskan bahwa pertemuan IMF – Bank Dunia, tetap akan digelar.

“Enggak ada kekhawatiran,” kata Luhut.

Luhut memastikan pertemuan yang menghabiskan dana hampir Rp6 triliun itu, tetap sesuai dengan jadwal dan persiapan saat ini sudah 98-99 persen.

“Sekarang itu, tadi saya dengan Ibu Sri Mulyani (Menkeu) sudah bicara mengenai kontigensi yang sudah kita buat untuk misalnya mobilisasi alat berat dan sebagainya, dan itu bisa saja melibatkan dunia internasional,” katanya.

Untuk diketahui, pertemuan IMF – Bank Dunia itu akan diselenggarakan di Bali mulai 8 – 14 Oktober.

Artikel ini ditulis oleh: