Jakarta, Aktual.com – Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong siap melakukan pertemuan leaders retreat di Bintan, Kepulauan Riau pada 25 Januari mendatang.

Direktur Asia Tenggara Kementerian Luar Negeri Mirza Nurhidayat dalam pengarahan pers yang digelar di Jakarta, Kamis (20/1), mengatakan bahwa pertemuan tersebut sedianya dijadwalkan untuk berlangsung pada tahun 2020 mendatang, namun akibat pandemi baru bisa dilaksanakan pada 25 Januari mendatang.

“Tentunya pertemuan leaders ini merupakan modalitas kerja sama antara kedua negara dimana pada pertemuan tersebut akan dibicarakan hal-hal terkait dengan peningkatan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Singapura,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan persiapan dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait guna memastikan bahwa pelaksanaan leaders retreat berjalan sesuai rencana. Isu-isu yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut mencakup peningkatan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Singapura.

“Memang persiapannya sudah cukup lama, sejak tahun lalu, dan isu yang akan menjadi fokus pembicaraan kedua negara adalah bagaimana kita sebagai tetangga paling dekat bisa meningkatkan hubungan bilateral di segala bidang,” ujarnya.

Selain itu, terdapat pula kemungkinan untuk kedua pemimpin membahas kerja sama di bidang kesehatan, mengingat pandemi COVID-19 yang masih menjadi isu yang dihadapi kedua negara.

“Jadi hal-hal yang terkait dengan kepentingan kedua negara akan menjadi fokus pembicaraan kedua negara […] semua isu strategis tentunya akan menjadi topik pembahasan antara kedua kepala negara,” kata Mirza.

Saat ditanya apakah Presiden Jokowi dan PM Lee Hsien Loong akan melakukan pembahasan terkait Flight Information Region, Mirza mengatakan bahwa saat ini kedua belah pihak terus melakukan pematangan negosiasi dan pembahasan.

“Dan tentunya ini perlu dipersiapkan dengan sebaik-baiknya, sehingga kita mengharapkan akan dicapai suatu kesepakatan pada saatnya nanti,” katanya pula.

(Antara)

(As'ad Syamsul Abidin)