Perahu nelayan memasuki tepi Pantai Tapak Gajah sepulang melaut, Sabang, Pulau Weh, Aceh, Senin (18/4). Nelayan setempat mengharapkan Pemerintah Kota Sabang untuk membangun pabrik es batangan agar ikan hasil tangkapan mereka dapat tahan lama dan harga tetap stabil. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/kye/16

Bangka Barat, Aktual.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan kajian terhadap potensi bencana kawasan pesisir untuk menyusun rencana pembangunan ke depan terkait kepentingan nelayan di daerah itu.

“Inventarisasi awal ini akan kami lakukan di tiga desa pesisir di wilayah Kecamatan Muntok dan Simpangteritip. Kami berharap data tersebut dapat ditindaklanjuti dengan pembangunan infrastruktur yang sesuai kebutuhan,” kata Kepala Bidang Pengawasan dan Sumber Daya DKP Kabupaten Bangka Barat, Wiratmo di Muntok, Senin (2/5).

Ia menjelaskan pelaksanaan kajian awal masih berlangsung dengan melibatkan sejumlah petugas dari DKP kabupaten setempat bersama kelompok masyarakat desa masing-masing.

“Hasil kajian ini akan kami jadikan dasar untuk perencanaan pembangunan kawasan pesisir pada tahun-tahun berikutnya,” kata dia.

Selain itu, kata dia, hasil kajian tersebut juga akan dilaporkan ke Kementerian Kelautan sebagai pertimbangan pelaksanaan program pengembangan kawasan pesisir tangguh yang sedang berlangsung di daerah.

“Melalui kegiatan itu, data yang kami kumpulkan bisa menjadi pertimbangan untuk menentukan pembangunan infrastruktur pesisir sesuai kebutuhan sehingga bermanfaat dan tepat sasaran,” kata dia.

Menurut dia, pelaksanaan pembangunan melalui program pengembangan kawasan pesisir tangguh memungkinkan untuk memberikan bantuan kebutuhan masyarakat pesisir secara simultan, seperti pengerukan alur sungai, pembangunan penahan gelombang, dan penanaman mangrove.

“Berdasarkan kajian tersebut baru bisa menentukan pembangunan apa yang bisa membantu masyarakat agar semakin siap siaga terhadap kerusakan sumber daya pesisir yang diakibatkan perubahan iklim dan bencana,” kata dia.

()