Jakarta, aktual.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menegaskan pendidikan pada hakikatnya adalah proses mencerdaskan kehidupan dan peradaban bangsa, sehingga peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen itu.
Ia menyampaikan penegasan tersebut dalam amanatnya saat memimpin upacara peringatan Hardiknas di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur.
“Pendidikan adalah proses menumbuhkembangkan potensi manusia, sehingga menjadi insan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, cerdas, terampil, mandiri, sehat jasmani dan rohani, jujur, bertanggung jawab, demokratis, dan kepribadian utama lainnya,” kata Mendikdasmen Mu’ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Sabtu (2/5).
Sebagai upaya mewujudkan tujuan tersebut, pihaknya mendorong penerapan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) sebagai program prioritas.
Pendekatan ini, kata dia, menempatkan proses belajar sebagai pengalaman yang bermakna dan berpusat pada pengembangan potensi murid secara utuh.
“Sebuah adagium populer menyebutkan: jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memperbaiki pendidikan, perbaiki lah mulai dari dalam kelas. Pembelajaran Mendalam adalah ikhtiar yang dimaksudkan untuk mencapai cita-cita ideal pendidikan nasional,” katanya.
Guna mendukung implementasi tersebut, Kemendikdasmen pun telah menetapkan sejumlah kebijakan strategis. Salah satunya, ialah program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran yang juga bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto.
Program ini, kata Mu’ti, telah membawa dampak nyata bagi dunia pendidikan. Pada tahun 2025, program revitalisasi telah menjangkau 16.167 satuan pendidikan.
Ia menambahkan program Digitalisasi Pembelajaran melalui penyediaan Interactive Flat Panel (IFP) juga telah dimanfaatkan di lebih dari 288 ribu satuan pendidikan.
Selain itu, Kemendikdasmen juga terus mendorong penguatan karakter melalui penciptaan lingkungan dan budaya sekolah yang aman dan nyaman, penerapan budaya Aman, Sehat, Resik, dan Indah (Asri), sehingga sekolah dapat menjadi rumah kedua bagi semua murid.
Di sisi lain, lanjutnya, peningkatan kualitas pembelajaran juga kian diperkuat melalui penguatan literasi, numerasi, STEM serta Tes Kemampuan Akademik (TKA).
“Upaya ini juga diiringi dengan perluasan akses layanan pendidikan yang lebih mudah, terjangkau, dan fleksibel, melalui berbagai skema, seperti sekolah satu atap, pendidikan jarak jauh, komunitas belajar, dan sekolah terbuka,” kata Mu’ti.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat kerja sama dalam memajukan pendidikan. “Mari kita perkuat kerja sama mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua menuju Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat,” katanya.
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain

















