Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan jaringan listrik bawah tanah di Menteng, Jakarta, Rabu (21/12/2016). PLN membangun jaringan listrik bawah tanah Jakarta sepanjang 60? kilometer (km) sebagai upaya untuk memperkuat kehandalan penyaluran listrik di Wilayah DKI Jakarta. AKTUAL/Munzir

Makassar, Aktual.com – Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menghentikan proyek pembangunan perumahan yang dilakukan oleh PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) Tbk karena tidak adanya izin mendirikan bangunan (IMB).

“Pembangunannya kita suruh berhenti dulu dan mereka (manajemen GMTD) dipanggil langsung oleh Wali Kota menghadap untuk menjelaskan semua masalah yang ditimbulkannya,” kata Kepala DTRB Makassar Ahmad Kafrawi di Makassar, Senin (9/1).

Disampaikan, pihaknya bersama Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum Muh Ansar telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi banjir di Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Makassar.

Di lokasi itu, terjadi banjir setinggi paha orang dewasa setelah hujan yang kemudian membuat air hujan tidak mengalir ke aliran sungai karena adanya pembangunan perumahan oleh PT GMTD Tbk.

“Pembangunannya itu dilakukan tanpa adanya izin membangun, kemudian menutup aliran air ke kanal yang langsung mengarah ke laut. Akibatnya, air hujan tidak mengalir dan membanjiri rumah warga,” katanya.

Wali Kota Makasar memerintahkan Dinas PU untuk menurunkan alat beratnya dan membuka akses untuk air mengalir ke kanal. Sedangkan para buruh yang membangun perumahan diminta untuk menjauh dari proyek bangunan dan menghentikan semua aktivitasnya.

Penghentian dilakukan lantaran bangunan yang sementara berjalan tersebut tidak memiliki IMB.

“Kami sudah sering tegur, proyek ini tidak miliki IMB. Dulunya membangun di depan, sekarang membangun di belakang lagi. Kita jaga di depan, ternyata dibelakang dia membangunnya,” jelasnya.

Untuk diketahui, banjir setinggi paha orang dewasa yang terjadi di Kelurahan Maccini Sombala itu baru kali ini terjadi di mana banjir telah merendam sedikitnya 33 rumah warga di Jalan Manunggal 22 dengan penduduk 67 kepala keluarga. (Antara)

()