Cianjur, Aktual.com – Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) menutup sementara jalur pendakian karena kedua gunung mengalami retakan dan longsor setelah gempa bumi berkekuatan 5.6 magnitudo mengguncang Cianjur.

Humas Balai Besar TNGGP Agus Deni saat dihubungi Sabtu (26/11), mengatakan setelah gempa terjadi tim gabungan Masyarakat Mitra Polhut, Volunteer Montana, hingga Gede Pangrango Operation melakukan pengecekan di sejumlah jalur pendakian dan menemukan retakan di geger bibir kawah Gunung Gede.

“Kami juga menemukan longsoran kecil di dua jalur pendakian Ciputri dan Cibodas, sehingga untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, pendakian untuk sementara ditutup sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan,” katanya.

Pihaknya merinci jalur pendakian Cibodas terdapat dua titik longsoran tepatnya di area Cisalada sepanjang 10 meter dan hal yang sama di Jalur pendakian Gunung Putri ditemukan retakan sepanjang 7 meter di blok Romusa dan longsoran sepanjang 8 meter dengan tinggi 3 meter di blok Tanah Merah.

Retakan juga ditemukan di lokasi air panas Kandang Badak yang dapat dijangkau dari jalur pendakian Cibodas, tembok shelter air panas retak dan pintu gerbang pos I roboh akibat gempa 5.6 magintudo. Sehingga pemulihan akan segera dilakukan selama pendakian ditutup.

“Kami belum bisa memastikan pendakian ditutup sampai kapan, namun upaya penanganan segera dilakukan. Gempa susulan yang masih sering terjadi menghambat penanganan cepat,” katanya.

Selama penutupan pendakian dilakukan, pihaknya tetap melakukan pengawasan bersama dengan memantau kondisi terkini Gunung Gede Pangrango pasca gempa. Seluruh petugas serta relawan disiagakan di dua pintu masuk pendakian agar tidak ada pendaki ilegal yang memaksakan diri naik.

(As'ad Syamsul Abidin)