Jakarta, Aktual.co — Schizophrenia merupakan gangguan kejiwaan akibat kelainan otak yang mempengaruhi fungsi otak, perasaan, dan tingkah laku. Seseorang yang mengalami schizophrenia biasanya kesulitan atau bahkan tidak mampu menilai realitas, sehingga penderitanya tidak mampu membedakan antara kejadian nyata dan tidak nyata bahkan khayalan.
Dengan demikian, akibat Schizophrenia ini penderita akan mengalami kebingungan yang luar biasa. Dengan kata lain Schizophrenia merupakan penyakit otak yang disebabkan karena ketidakseimbangan zat kimia (neurotransmiter) di dalam otak yang membuat terganggunya saraf-saraf otak sehingga menimbulkan salah persepsi.
Selain itu, penderita Schizophrenia biasanya juga mengalami halusinasi atau gangguan persepsi panca indera, sehingga seolah-olah penderita merasa seperti mendengar bisikan, melihat bayangan, mencium bau tertentu, atau merasa seperti ada sesuatu yang mengganggu tubuhnya.
Dari beberapa penelitian, beberapa pasien akan mengalami kekhawatiran, ketakutan, atau kecemasan yang sangat menggangu padahal sebenarnya sumber kekhawatiran, ketakutan, atau kecemasan tersebut tidak beralasan dan tidak bisa dibuktikan.
Seseorang yang menderita Schizophrenia paranoid akan mengalami delusi dan halusinasi yang meneror atau mengintimidasi dirinya. Misal saja seprti merasa diawasi terus-menerus, mendapatkan bisikan-bisikan yang bersifat meneror, atau diikuti ketika pergi kemanapun.
Sedangkan halusinasi juga bisa berupa perasaan pernah betemu dengan seseorang, atau akan bertemu seseorang, padahal hal tersebut tidak nyata atau mungkin hanya salah persepsi terhadap sesuatu. Tidak jarang penderita Schizophrenia paranoid mengalami delusi yang membuat dirinya meyakini bahwa ia adalah sosok atau figur besar, seperti pemimpin, tokoh agama, panglima perang, nabi, malaikat, bahkan tidak jarang yang meyakini bahwa dirinya adalah Tuhan.
Artikel ini ditulis oleh:















