Jakarta, Aktual.com — Brigjen Pol Victor Edison Simanjuntak menyebut ada pengadaan palsu dalam pengadaan mobil crane di Pelindo II, dimana lockbook mobile crane dipalsukan.

“Lockbook menunjukkan ratusan meter, padahal sebenarnya mobile crane belum digunakan,” kata Victor, di gedung DPR, Rabu (21/10).

Lebih lanjut, Victor menjelaskan secara kronologis bahwa mobile crane yang diadakan ukuran 45 ton, sedangkan yang dibutuhkan 25 dan 65 ton keatas.

“Itupun kalau dibutuhkan,” cetusnya.

Total nilai pengadaan crane mencapai Rp45 miliar yang akan digunakan di delapan pelabuhan yakni Bengkulu, Pontianak, Palembang, Banten, Jambi, Teluk Bayur, dan Cirebon.

“Total nilai Rp45 miliar 650 juta untuk 8 pelabuhan. Perencanaan dilakukan oleh Pelindo II. Barang itu mulai dibeli sampai sekarang ngga digunakan. Apakah aturan diperaturan presiden boleh beli barang yang tak digunakan?” katanya.

Victor mengaku heran dengan total nilai tersebut. Menurutnya, 10 unit itu tidak mencapai Rp45 miliar. Ia menduga ada ‘mark up’ dalam perencanaan pengadaan mobil crane Pelindo II.

“Mobile crane yang digunakan kurang dari Rp2 miliar. 10 unit, 1 unit sekitar Rp1, 6 miliar, Berarti kan kira-kira hanya Rp16 miliar,”

“Kemudian 10 unit itu tadi akan distribusikan kepelabuhan tapi ditolak. Tapi katanya General Manager pelabuhan tidak pernah mengajukan. Itu dari Pelindo II dkirimkan. Itu yang tandatangan juga bukan GM tapi manajer tekhnik lalu dikirim ke pengadaan barang. Ini berarti ada markup sejak awal direncanakan,” tandas victor.

Victor memberikan keterangannya di dalam rapat Pansus Pelindo II. Selain Victor, beberapa pihak terkait juga dimintai keterangan.

()