Jakarta, Aktual.co — Pengamat Ekonomi, Ichsanuddin Noorsy menegaskan pemerintah harus melibatkan mitra kerjanya di DPR terkait impor minyak antara pemerintah Indonesia dengan Sonangol EP.
“Saya kira persoalan kekhawatiran justru ada pada persoalan lain dibalik perjanjian-perjanjian induknya. Nah, apakah kekhawatiran itu memberikan keuntungan pihak tertentu tergantung pada mekanisme transaksinya,” kata Ichsan kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (5/12).
Karena itu, sambung dia, dituntut untuk melakukan mekanisme terbuka dalam proses transaksinya. Salah satunya, melibatkan mitra kerja pemerintah yang berkaitan dengan sektor tersebut.
“Sehingga wajar saja kalau misalnya Komisi VII dan XI dilibatkan, dalam artian mengetahui apa isi perjanjian itu, untuk menunjuk bahwa memang terjadi penghematan yang katanya mencapai Rp11 Triliun. Meskipun, menurut hitung-hitungan saya cuma mencapai Rp6 triliun saja,” pungkasnya.
Seperti diketahui, pernyataan pemerintah jika kerjasama dengan Sonangol akan memberikan keuntungan berupa diskon sebesar USD 15/barel. Yang Ternyata dibantah oleh Sonangol tidak ada pemberian diskon tersebut yang tercantum dalam surat balasan Sonangol Asia ke pemerintah.
Grup Sonangol adalah kongsi lama Surya Paloh. Sonangol ini dikuasai oleh oleh konglomerasi China yang diketahui bernama Sam Pa. Sam Pa dianggap media-media Barat sebagai pemilik CIF. Di Angola, tangannya melalui China Sonangol. Dan Sam Pa ini memiliki koneksi sangat kuat dengan para kepala negara di Afrika dan Amerika Latin.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang