Jakarta, Aktual.co — Kirab atau arak-arakan presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla, Senin (20/10) pekan depan, diharapkan masyarakat bisa menjaga kebersihan tempat arak-arakan tersebut.

Hal itu disampaikan oleh pengamat perkotaan, Yayat Supriatna kepada panitia penyelenggara dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, untuk memberikan himbauan kepada masyarakat pengunjung kirab, agar tidak merusak aset kota seperti taman dan jalan, serta tidak mengotori jalanan ketika melakukan atau menyaksikan arak-arakan.

“Saya harap ada himbauan dari pihak penyelenggara dan pihak pemerintah kepada masyarakat untuk tidak merusak aset kota seperti taman dan jalan. Selain itu, masyarakat juga dihimbau untuk tidak mengotori jalanan karena untuk acara perayaan itu, jalanan biasanya rentan kotor dengan banyaknya sampah sisa acara,” ujar Yayat kepada Aktual.co, Sabtu (18/10).

Yayat mengatakan, acara arak-arakan yang merupakan acara perayaan masyarakat Indonesia dalam menyambut Jokowi-JK sebagai pemimpin Indonesia yang baru, jangan sampai menimbulkan masalah, karena rusaknya aset kota dan sampah akibat tidak memperhatikan kondisi lingkungan.

“Jangan sampai acara ritual upacara penyambutan ini yang tujuannya baik malah mendapat kesan negatif, karena pelaksanaannya yang tidak memperhatikan kondisi lingkungan,” ujarnya.

Yayat menambahkan, pihak penyelenggara dan pemerintah harus melihat dari pengalaman kegiatan-kegiatan serupa yang telah dilaksanakan sebelumnya, yang mana kebanyakan memberikan hasil yang negatif karena rusaknya taman serta banyaknya sampah sisa acara yang berceceran di jalanan sehingga terlihat kotor.

“Harus belajar dari pengalaman lah. Seperti tahun baru, karnaval, pawai-pawai seperti itu kan kebanyakan pada selesai acara meninggalkan banyak sampah dan kadang aset kota jadi rusak,” tambahnya.

Sebagai informasi, Jokowi-JK akan dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2014-2019 di gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/10) pekan depan, pukul 10.00 WIB. Pada acara tersebut akan dihadiri oleh sejumlah mantan Presiden RI, kepala negara dan utusan negara sahabat.

Seusai dilantik dan melakukan pidato pertamanya sebagai presiden, Jokowi akan diarak atau kirab oleh puluhan ribu relawan yang akan menjemput Jokowi di tempat pelantikan dan mengantarkannya ke Istana Negara diiringi oleh atraksi kesenian seperti parade Reog Ponorogo, sepeda onthel, ondel-ondel, dan barongsai. Di Istana Negara, ia akan menjalani upacara penyambutan dari militer dan Polri dan kemudian  melakukan teleconference dengan masyarakat dari berbagai wilayah di Indonesia.

Setelah acara di istana selesai, Jokowi akan ke pusat perayaan syukuran Jokowi di Monumen Nasional, di mana puluhan ribu relawan telah berkumpul. Pada acara tersebut, akan dihibur oleh beberapa artis ibukota dan kemudian ditutup dengan pelepasan 17.480 lampion serentak di 31 lokasi di seluruh Indonesia, pemotongan tumpeng dan pembacaan doa.

()