Jakarta, aktual.com – Pengamat keamanan dan pertahanan Center of Intelligence and Strategic Studies (CISS) Ngasiman Djoyonegoro mengatakan bahwa bangsa yang cepat akan mengalahkan bangsa yang lambat.

“Hari ini kontestasi peradaban bukan hanya bangsa yang besar mengalahkan bangsa yang kecil, tetapi bangsa yang cepat mengalahkan bangsa yang lambat,” kata Simon, sapaan akrab Ngasiman, dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Kamis (29/12).

Pernyataan tersebut ia sampaikan usai dilantik sebagai rektor Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal Jakarta.

Setelah resmi dilantik menjadi rektor, Simon menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan untuk memimpin kampus yang terletak di Kedoya Jakarta Barat itu.

“Ini merupakan tanggung jawab yang besar bagi saya, sehingga saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada segenap pimpinan yayasan yang sudah memberikan amanah besar ini kepada saya,” ujar Simon.

Simon juga menyatakan akan langsung mulai bekerja untuk mewujudkan transformasi institusi melalui konsolidasi manajemen internal Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal (ISTA) Jakarta yang akan genap setengah abad berkontribusi mengawal kemajuan peradaban.

Rektor baru ISTA Jakarta itu juga mengatakan bahwa untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional, manifestasi nilai SDM unggul dan teknologi adalah kunci untuk menjawab tantangan global yang harus dijawab oleh ISTA Jakarta.

Simon berharap agar ke depannya, keterpaduan jalinan kemitraan yang strategis antara ISTA Jakarta dengan pemerintah pusat dan daerah, para pelaku dunia usaha, lembaga riset dan perguruan tinggi baik di dalam maupun di luar negeri, segenap keluarga alumni ISTA Jakarta, lembaga swadaya masyarakat, dan elemen-elemen lain di masyarakat mendukung visinya dalam membentuk SDM unggul berkarakter nasionalis guna menyongsong Indonesia Emas Tahun 2045.

“Transformasi ISTA dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran dan menggelorakan optimisme terutama bagi generasi muda agar matang mempersiapkan diri menyongsong seabad Indonesia merdeka,” kata Simon.

(Antara)

(Rizky Zulkarnain)