Jakarta, Aktual.co — Mantan Direktur Penyidikan Kejaksaan Agung Chairul Imam menyarankan, agar Jaksa Agung HM Prasetyo dalam menjalankan tugasnya tidak terjebak dari kepentingan golongan tertentu.
Hal tersebut di ungkapkan Chairul mengingat Prasetyo memiliki latar belekang sebagai Politikus Nasdem yang merupakan partai besutan Surya Paloh.
“Nah kalau memang dia (Prasetyo_red) profesional, ya harus bisa bekerja independen, harus bisa,” kata Chairul saat berbincang dengan Aktual.co di Jakarta, Selasa (2/12).
Menurut mantan Anggota Komisi Pengawas Kekayaan Penyelenggara Negara itu, Prasetyo harus bisa melepaskan kepentingan partainya sehingga tidak ada tarik menarik kepentingan politik.
“Apapun itu, yang namanya profesional ya profesional, tidak ada kepentingan atau tarik menarik kepentingan politik. Dia (Prasetyo-red) harus bisa mengabaikan itu,” tambah mantan Jaksa yang pensiun pada tahun 2002 itu.
Sebelumnya, Jaksa Agung HM Prasetyo pun mengaku tidak ada intervensi maupun pesan khusus dari Paloh kepadanya ketika menjabat sebagai Jaksa Agung. Dia juga mengaku tak ada saling back up antara dirinya dengan Paloh.
“Tidak ada. Pak Surya Paloh tidak ingin di back up. Tidak sediktipun kalimat dari Surya Paloh akan membackup karena saya di sini,” ungkapnya di Kejagung, Senin (24/11).
Prasetyo sebelum menjadi Jaksa Agung adalah Anggota DPR terpilih periode 2014-2019. Menurut Prasetyo, terjun ke politik saat itu merupakan pilihan. “Itu hak, tidak usah dipertentangkan. Anda pun bisa jadi Anggota DPR. Sudah banyak jurnalis menjadi Anggota DPR,” beber Prasetyo.
Dia pun mengaku, konstituen yang memilihnya saat pileg lalu tidak kecewa. Namun, malah mendukungnya karena menerima jabatan sebagai Jaksa Agung. “Saya sudah pamit ke konstituen dan mereka sangat mendukung, dan mereka bangga,” ujarnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Wisnu
















