Jakarta, aktual.com – Sejumlah penumpang KRL lintas Jakarta-Bogor meminta pengembalian dana pembelian tiket (refund) di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Minggu (10/3), akibat gangguan kecelakaan kereta di Cilebut, Bogor.

“Totalnya Rp7.000 per tiket yang sudah dikembalikan operator Stasiun Manggarai. Saya sudah terlanjur ‘tap in’ di Stasiun Bekasi,” kata Sugih Hidayah (48) warga Bekasi di Stasiun Manggarai.

Menurut Sugih, upaya refund tiket perjalanan harus menunggu selama lebih kurang 15 menit karena antrean yang terjadi di loket dekat gerbang masuk stasiun.

Pekerja swasta di kawasan Pasar Mangga Dua Bogor itu pun lebih memilih membatalkan perjalannya menumpang KRL menuju Stasiun Bogor dan kembali ke Bekasi.

“Mending saya pulang dulu, karena belum ada kabar resmi dari petugas kapan KRL menuju Stasiun Bogor bisa kembali normal,” katanya.

Pantauan di Stasiun Manggarai, menunjukkan lokasi pengembalian dana pembelian tiket nampak dipadati penumpang, namun tidak semuanya melakukan refund perjalanan Jakarta-Bogor.

Sebagian ada yang sengaja menarik nominal saldo kartu langganan untuk dikosongkan karena baru selesai menempuh perjalanan.

Situasi penumpang di Stasiun Manggarai terpantau kondusif hingga Minggu siang. Jadwal perjalanan KRL menuju Jakarta dan sekitarnya relatif terkendali.

Petugas informasi PT KCI di Stasiun Manggarai, Ricka, mengatakan penumpang KRL lintas Jakarta-Bogor sebenarnya masih bisa menempuh perjalanan sesuai jadwal, namun hanya sampai Stasiun Depok.

Alasannya, titik kecelakaan KRL 1772 terjadi di lintasan setapak Cilebut, Bogor, sehingga rangkaian KRL lainnya masih bisa beroperasional namun hanya sampai Depok. PT KCI, kata dia, hanya menutup rangkaian perjalanan kereta di empat stasiun, yakni Citayam, Bojong Gede, Cilebut dan Bogor.

Sedangkan 12 stasiun lainnya hingga saat ini masih beroperasional secara normal. Stasiun itu di antaranya, Tebet, Cawang, Duren Kalibata, Pasar Minggu Baru, Pasar Minggu, Tanjung Barat, Lenteng Agung, Universitas Pancasila, Universitas Indonesia, Pondok Cina, Depok Baru dan Depok.

Ant.

(Zaenal Arifin)