Warga membawa jerigen kosong untuk mengantri minyak goreng di halaman Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur.

Jakarta, Aktual.com – Kasatgas Pangan Polri Irjen Helmy Santika mengungkapkan bahwa dalam proses pendalaman beberapa waktu terakhir, pihaknya belum menemukan mafia minyak goreng yang menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga barang kebutuhan masyarakat tersebut.

“Sejauh ini belum ditemukan mafia minyak goreng, mafia lebih dikonotasikan sebagai persekongkolan besar, yang masif dan terstruktur dengan melibatkan banyak pihak,” kata Helmy Santika kepada wartawan, Rabu (23/3).

Saat ini pihaknya di lapangan baru menemukan banyaknya pedagang dadakan, reseller dan pelaku usaha yang tidak mengikuti kebijakan pemerintah sehingga membuat harga minyak goreng mahal.

“Jadi sementara ini temuan kami lebih personal pelaku usaha, bukan mafia minyak goreng,” katanya menerangkan.

Temuan kepolisian ini, bertolak belakang dengan yang disampaikan oleh Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi. Ia berkata kepolisian telah mengantongi nama-nama tersangka.

Hal itu disampaikannya kepada anggota Komisi VI DPR RI saat rapat dengar pendapat pada Kamis pekan lalu.

“Saya nggak mau sebutin namanya karena ini kan asas praduga tidak bersalah. Tetapi kami sudah temukan dan ini jumlahnya ribuan ton (minyak goreng yang ditimbun) gitu loh,” kata Muhammad Luthfi dalam sidang rapat dengar bersama Komisi VI DPR, Kamis (17/3).

“Dan ini sekarang sudah kami serahkan kepada pihak Polri lewat Kabareskrim sudah mulai di tangkap-tangkapin, sudah mulai diperiksa,” ungkap Lutfi.

(Dede Eka Nurdiansyah)