Petugas Kepolisian menata barang impor selundupan saat gelar barang bukti di Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (23/11). Polres Pelabuhan bersama Bea dan Cukai Tanjung priok berhasil mengamankan barang impor yang diselundupkan melalui jalur interseluer sebanyak 298 koli atau 128.978 buah (pieces) berupa garment, aksesoris handphone, elektronik, sparepart, mesin, kosmetik, alat kesehatan dan mainan. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/pras/15.

Jakarta, Aktual.com – Sub Direktorat I Industri dan Perdagangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya berhasil menggagalkan penyelundupan 5.571 unit ponsel asal China yang berpotensi merugikan negara hingga Rp4,5 triliun per tahun.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Pramono menjabarkan, dalam sebulan para penyelundup bisa menyelundupkan ponsel hingga delapan kali dan kerugian negara akibat tindak kejahatan tersebut sangat besar.

“Kita coba hitung kerugian dengan teman-teman Bea Cukai terkait biaya masuk yang mereka bayar untuk pajak. Selama satu bulan mereka masukan barang tujuh sampai delapan kali. Nilai pajak sekali masuk itu Rp46,8 miliar lebih. Jadi kalikan saja kalau itu ada delapan kali berarti itu setahun sebanyak Rp4,5 triliun kalau delapan kali dalam satu bulan,” kata Gatot ditulis Jumat (30/8).

Sementara itu, direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Iwan Kurniawan menyebut, empat tersangka yang diamankan memiliki peran yang berbeda dalam melakukan aksinya.

Tersangka pertama adalah FT alias AMG (40 ) yang berperan memerintahkan orang memasukkan ponsel selundupan dari China ke Indonesia melalui Singapura. FT diketahui sudah sekitar 15 tahun terlibat dalam kegiatan tersebut.

Kemudian ada tersangka lAD (59) dan YC (36) diketahui sudah satu tahun terlibat sebagai penjual ponsel selundupan tersebut secara daring.

(Abdul Hamid)