Gedung tersebut mulai dibangun sejak Desember 2013 dengan nilai kontrak Rp195 miliar direncanakan memiliki 70 ruang pemeriksaan dan gedung penjara yang mampu menampung 50 orang, 40 pria dan sepuluh wanita.

Jakarta, Aktual.com – Direktur Utama Otoda Sukses Mandiri Abadi (OSMA) Group, Hartoyo melenggang bebas keluar dari gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (19/10).

Pria yang disebut Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif jadi buronan ini, keluar dengan santai. Sedianya, Hartoyo hadir untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan suap ijon proyek di Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Kebumen.

Hartoyo yang datang dengan mengenakan kemeja putih lengan panjang itu bergegas meninggalkan kantor KPK sekitar pukul 20.57 WIB. Dia pun sempat menyampaikan beberapa pernyataan.

“Biasa biasa saja, biasa,” ucap Hartoyo yang dikawal sejumlah anak buah dan tim kuasa hukum.

Dia pun sempat menepis kalau dia menjanjikan sejumlah uang kepada Sekretaris Fraksi PDI-P di DPRD Kebumen, Yudhy Tri Hartono dan Kepala Bidang Pemasaran di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan pada Pemkab Kebumen, Sigit Widodo.

“Gak ada itu. Siapa yang menjanjikan?” tutur dia menepis tudingan KPK.

Hartoyo diduga memberikan sejumlah suap kepada Yudhy dan Sigit, demi mendapatkan proyek senilai Rp4,8 miliar di Dinas Pendidikan Pemkab Kebumen.

Menurut pihak KPK, Hartoyo berkomitmen memberikan persentase sebesar 20 persen dari anggaran proyek miliaran itu. Meski demkian, Hartoyo belum dijerat sebagai tersangka. Dia malah dilabeli buron oleh penyidik KPK.

M Zhacky Kusumo

(Nebby)