Jakarta, Aktual.com — Pep Guardiola, pada Selasa (5/1) waktu setempat, mengakui bahwa hasrat untuk melatih di Liga Utama Inggris merupakan alasan kepergiannya dari raksasa Liga Jerman Bayern Munich pada akhir musim ini.

“Saya ingin melatih di Inggris,” kata pria Spanyol tersebut dalam konferensi pers, yang merupakan yang pertama kalinya sejak pengumuman pada 20 Desember perihal kepergiannya dan posisinya akan digantikan oleh Carlo Ancelotti asal Italia.

“Saya masih muda dan saya memerlukan tantangan-tantangan baru,” kata Guardiola, yang akan berusia 45 tahun pada akhir bulan ini.

Mantan pelatih Barcelona itu telah dikait-kaitkan dengan Chelsea setelah Jose Mourinho dipecat, dan juga dengan Manchester City yang kontrak pelatihnya Manuel Pellegrini akan habis pada 2017.

“Saya memiliki peluang ini untuk pergi ke Inggris. Ini merupakan saat yang tepat,” kata Guardiola.

“Satu-satunya alasan saya tidak memperbarui kontrak saya adalah bahwa saya mencari tantangan baru.”

“Saya mendapat beberapa tawaran dari Inggris namun saat ini saya belum menandatangani apapun.”

“Jika saya berusia 60 atau 65 tahun saya akan bertahan, namun saya pikir saya masih terlalu muda. Saya memerlukan tantangan baru.”

“Ini merupakan impian, ini merupakan impian. Saya sangat berterima kasih kepada Bayern untuk kesempatan besar ini.”

Pemilik Chelsea Roman Abramovich berulang kali dilaporkan berusaha memikat pria asal Spanyol itu ke Stamford Bridge di masa lalu, dan sedang mencari suksesor permanen untuk Mourinho, di mana Guus Hiddink merupakan pelatih sementara sampai akhir musim.

Namun City merupakan favorit para petaruh, di mana Guardiola sebelumnya sempat bekerja bersama dengan ketua eksekutif City Ferran Soriano dan direktur sepak bola Txiki Begurustrain saat masih menangani Barca.

Serta untuk United, masa depan Louis van Gaal kelihatannya masih aman namun mereka berpeluang untuk menggantinya dengan mantan pelatih Barca dan Bayern ini.

Pellegrini telah berhadapan dengan spekulasi yang mengaitkan Guardiola dengan posisinya sepanjang masa kerjanya.

Namun ia tidak berniat berkomentar, dengan menyatakan, “Saya tidak memiliki reaksi mengenai apa yang terjadi atau perasaan-perasaan terhadap pelatih-pelatih lain. Ini merupakan pernyataan yang saya jawab dua pekan lalu ketika saya mengatakan tidak ada lagi (pernyataan) mengenai hal itu.”

Kekuatan dominan Guardiola berhenti dari Barcelona pada 2012 meski ia menjadi pelatih tersukses sepanjang sejarah klub itu dalam empat tahun masa kerjanya.

Pada Januari 2013 ia menandatangani kontrak tiga tahun, dilaporkan bernilai sebesar 22 juta euro, untuk melatih Bayern dari Juli tahun itu.

Bayern, yang telah menjadi kekuatan dominan setelah memenangi “treble” pada 2013 dengan menjuarai Liga Champions, Liga Jerman, dan Piala Jerman di bawah asuhan Juup Heynckes, segera menjadi tim yang nyaris tidak terkalahkan di dalam negeri.

Musim ini, Bayern hanya kalah dua kali dari 26 pertandingan dan pada dua tahun terakhir menyapu lima trofi, namun yang paling diinginkan, Liga Champions, sejauh ini masih gagal direngkuh Guardiola sepanjang masa kerjanya di Jerman.

Bayern saat ini unggul delapan angka atas Borussia Dortmund di puncak klasemen Liga Jerman, di mana pertandingan mereka selanjutnya adalah menjamu Hamburg pada 22 Januari, sedangkan mereka akan menghadapi Juventus pada 16 besar Liga Champions.

Memberi penghargaan kepada penggantinya, Guardiola berkata ia berharap bahwa Bayern akan memahami keputusannya.

“Saya berharap bahwa (Karl-Heinz) Rummenigge (ketua Bayern) dan staf mengerti keputusan saya, saya minta maaf jika mereka kecewa terhadap pilihan saya,” lanjutnya, sambil menambahi bahwa ia akan mendiskusikan subyek “untuk pertama kalinya” dengan para pemainnya sepanjang pemusatan latihan musim dingin di Qatar yang dimulai pada Rabu.

“Carlo merupakan pelatih sempurna untuk tim ini,” tambahnya. “Saya yakin bahwa semua akan berjalan dengan baik untuk dia dan untuk Bayern.”

(Ant)

()