Ratusan massa dari berbagai organisasi melakukan aksi peringatan International Hijab Solidarity Day (IHSD),di Car Free Day, Jakarta, Minggu (11/9/2016). International Hijab Solidarity Day atau yang biasa disingkat dengan IHSD merupakan salah satu momen bagi para wanita muslim di beberpa negara untuk mengampanyekan pemakian hijab di dunia. International Hijab Solidarity Day terlahir dari sebuah konferensi yang diadakan di Kota London, Inggris pada tanggal 4 September 2004.

Ankara, Aktual.com – Ribuan perempuan memakai hijab selama Bulan Suci Ramadan untuk meningkatkan kesadaran mengenai penutup kepala buat perempuan dan mendidik orang mengenai memerangi Islamfobia, kata pendiri World Hijab Day Organization.

Dari Belarusia, Brazil, Kanada, Jerman, Malaysia, Selandia Baru, Inggris sampai AS dan di belahan lain dunia, perempuan ikut dalam Tantangan Ramadan kelompok tersebut untuk tahun kedua berturut-turut, kata Nazma Khan kepada Kantor Berita Turki, Anadolu.

“Dengan mengundang perempuan dari berbagai kepercayaan dan latar-belakang untuk memakai hijab, itu menormalkan hijab,” katanya. “Jadi, itu tidak lagi menjadi sesuatu yang tetap ‘tak diketahui’ yang sebagian orang mungkin tak takut atau memandangnya sebagai ancaman.”

Tapi sebagian perempuan telah sangat terinspirasi sehingga mereka telah menerima tantangan itu dan bahkan bertindak lebih jauh dan memutuskan untuk berpuasa selama 29 atau 30 hari sebagaimana diwajibkan dalam Agama Islam.

“Buat saya, ikut dalam tantangan memakai hijab selama 30 hari dan berpuasa adalah sebelum kita menilai seseorang kita harus memahami proses berpikir, tantangan dan pengalamannya,” kata Duta Besar Hari Hijab Dunia Ashley Pearson.

“Saya ingin mempelajari bagaimana rasanya buat orang lain dan memahami apa yang mereka hadapi,” kata Pearson, yang tinggal di Arkansas.

(Abdul Hamid)