Purwokerto, Aktual.com – Perbaikan jalur selatan Jawa Tengah terkendala tingginya curah hujan. Bahkan, jalur yang sudah ditambal aspal, bisa mengelupas akibat terkena hujan.

“Kalau hujan tentu susah kerja. Begitu kering, kerja (menambal jalan berlubang) tiba-tiba hujan lagi, lubang yang lama belum selesai ditutup, muncul lubang baru,” kata pejabat pembuat komitmen pelaksanaan jalan nasional wilayah Purworejo-Wangon Farman Ali saat dihubungi, Selasa (15/11).

Saat ini, dia mengaku terus mengupayakan penambalan jalan berlubang di jalur selatan Jateng. “Pokoknya, kita akan tambal terus.”

Disinggung mengenai rencana perbaikan jalur selatan Jateng antara batas Yogyakarta dan Wangon (Banyumas), dia mengatakan sesuai rencana akan dilakukan penanganan secara permanen dan saat sekarang masih dalam tahap lelang.

Menurut dia, lelang tersebut direncanakan selesai pada akhir tahun 2016. “Mudah-mudahan awal tahun 2017 sudah mulai kerja. Akan tetapi untuk tahap awal, baru mengerjakan detail desainnya dulu dan pengembalian kondisi berupa penambalan lubang.”

Dia memperkirakan pekerjaan fisik baru akan dilaksanakan mulai bulan Juli 2017 berupa pelebaran jalan dan rekonstruksi. Menurut dia, seluruh ruas jalan nasional di jalur selatan Jateng antara batas Yogyakarta hingga Wangon akan dilebarkan secara bertahap dan diperkirakan akan selesai dalam kurun empat tahun.

“Jadi untuk saat ini, pekerjaannya masih berupa penambalan.”

Terkait kerusakan di ruas Jalan Raya Sumpiuh-Tambak yang menggunakan konstruksi beton cetak, Farman mengatakan ruas jalan tersebut nantinya akan direkonstruksi. Menurut dia, penggunaan beton cetak pada ruas jalan tersebut sebenarnya merupakan uji coba penelitian dan pengembangan (litbang) jalan. “Itu uji coba litbang, nanti akan direkonstruksi juga.”

(Antara)

(Wisnu)