Jakarta, Aktual.com – Direktur Eksekutif Indonesia Resource Study (IRESS), Marwan Batubara dibuat resah oleh pernyataaan pemerintah yang mengisyaratkan jika Total diperkenankan kembali menjadi operator Blok Mahakam paska 2017 ini.

Padahal sebelumnya sudah banyak pihak yang memperjuangkan agar Blok Mahakam benar-benar dikuasai penuh pengelolaannya melalui BUMN.

“Siapa pun yang mencoba-coba meneruskan hak pengelolaan Mahakam kepada Total, sambil meremehkan kemampuan BUMN milik bangsa sendiri sangat pantas dipertanyakan nasionalime dan komitmennya terhadap kemandirian bangsa dan ketahanan energi nasional,” kata Marwan di Jakarta, Selasa (14/3)

Perlu diingat, sudah hampir setengah abad Blok Migas yang terletak di Kalimantan Timur itu dikelola oleh asing, sehingga income bagi negara tidak diperoleh secara maksimal.

Sebelumnya Staf Khusus bidang Komunikasi Menteri ESDM, Hadi M Djuraid membolehkan jika secara business to business (b to b) operator existing saat ini yakni PT Total E&P Indonesie kembali menjadi operator.

“Nanti silakan dibicarakan. Operator karena targetnya produksi tidak boleh terganggu, ini produksi tidak boleh turun. Untuk mencapai target itu, apakah Pertamina akan bekerja sama dengan Total, atau Pertamina sendiri, Pertamina menyerahkan Total, silakan dibicarakan,” jelas Hadi.

Kemudian untuk share down, pada awalnya Pertamina mendapat 60 persen dan Daera 10 persen sebagai participating interest (PI), lalu 30 persen diberikan kesempatan untuk operator existing. Namun tiba-tiba pemerintah mendorong bagian Total menjadi 39 persen.

(Dadangsah Dapunta)

()