Jakarta, Aktual.com – PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk siap dukung PT Pos Indonesia (Persero) sebagai perusahaan e-commerce logistic platform dalam rangka mempermudah pengiriman barang-barang dari sisi teknologi.

“Nantinya kerja sama itu, PT Pos yang akan nge-lead ya. Kita support saja dari sisi IT-nya,” ujar SVP Media and Digital Business Telkom, Joddy Hernady di Jakarta, ditulis Jumat (11/11).

Salah satu teknologi yang dimiliki Telkom adalah aplikasi Lontar atau logistik pintar. Aplikasi ini bulan lalu baru diluncurkan. Dengan aplikasi ini, pihaknya pun telah menggandeng Asosiasi Pengusaha Truk Seluruh Indonesia.

Jadi dengan aplikasi ini, pihak terkait bia akan mengetahui, truk mana yang kosong muatan dan truk mana yang tengah mengangkut logistik.

“Karena sering kali truk itu mengirim barang dari titik A ke titik B, tapi pulangnya biasa kosong. Itu kan tidak efisien juga,” tegas Joddy.

“Makanya, kita fasilitasi dengan satu aplikasi tersebut. Sehingga dengan kerja sama ini (dengan PT Pos), nanti kita akan kombinasikan masalah pengiriman logistik ini ke dalam Lontar,” ujar dia.

Selain dari sisi teknologi, Telkom juga menyiapkan infrastruktur pergudangan, yang sejauh ini banyak dimiliki oleh BUMN telekomunikasi ini.

“Jadi saat ini kita sedang identifikasi. Mungkin ada sekitar 500 aset kita yang bisa dijadikan gudang. Itu pasti sangat bermanfaat untuk distribusi barang. Itu ysng akan kita bantu,” jelas Joddy.

Tentu saja, kata dia, fasilitas pergudangan ini sangat bermanfaat. Karena kalau ada pengiriman dari Indonesia timur ke Indonesia barat sebelum jumlahnya banyak, bisa disimpan dulu digudang.

“Setelah banyak, misalnya sudah satu container baru dilakukan pengiriman. Sehingga cost-nya lebih murah. Makanya warehouse itu perlu banyak. Termasuk perlu juga perbaikan dari sisi pelabuhan untuk menggenjot ekspornya,” tandas Joddy.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara menyebut progres realisasi transformasi PT Pos Indonesia masih dalam tahap regulasi. Nantinya, Pos tidak hanya sebagai perusahaan pengantar dokumen tetapi juga logistik.

“Nanti, teknisnya Ibu Menteri BUMN (Rini Soemarno) yang akan jelaskan dan implementasikan bagaimana caranya, tahapannya, dan kominfo bidang pos ysng akan mewadahi,” ujar Menkominfo di Jakarta, kemarin.

Karena selama ini, kata dia, sebanyak 20% dari PDB Indonesia direfleksikan oleh logistik. Sehingga faktir logistik ini menjadi penyebab tidak efisiennya ekonomi di Indonesia.

“Nah kalau itu dilakukan reposisi, maka itu akan membantu mengurangi kontribusi logistik terhadap PDB Indonesia,” jelas dia.

Transformasi PT Pos Indonesia sebagai platform logistik nasional dimasukkan dalam paket kebijakan ekonomi jilid ke-XIV yang meregulasi soal peta jalan bisnis e-commerce.

(Busthomi)

(Eka)