Menteri Perdagangan Thomas Lembong (kedua kiri) didampingi Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BPPP) Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti (kiri) menyampaikan kinerja ekspor impor di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (18/1). Dalam kesempatan tersebut, Mendag juga menyampaikan rencana mengundang pemimpin atau perwakilan pemerintah negara, beberapa CEO dunia, dan pimpinan media internasional pada acara Indonesia Night disela momentum World Economic Forum (WEF) 2016 di Davos, Swiss 21 Januari 2016 mendatang untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia tak terpengaruh aksi terorisme. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/foc/16.

Jakarta, Aktual.com-Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong merasa lembaganya masih perlu meningkatkan sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dalam upaya memudahkan proses investasi di Indonesia.

Untuk itu dia mengatakan akan melakukan kerjasama dengan Kementeri Dalam Negeri sehingga upaya perbaikan ini menjadi sinergi menarik investor sesuai dengan keinginan Presiden Joko Widodo.

“BKPM akan kerja sama dengan Menteri Dalam Negeri untuk memperbaiki PTSP dan BKPM daerah, terutama di daerah yang kinerja-nya perlu ditingkatkan,” ujarnya Minggu (28/8).

Sementara BKPM mengklaim angka realisasi investasi Triwulan II 2016 mencapai Rp 151,6 triliun meningkat sebesar 12,3 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2015. Terdiri dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 52,2 triliun, naik 21,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 99,4 triliun, naik 7,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kemudian Tom menegaskan komitmennya untuk memperbaiki iklim investasi. “Satu hal yang dapat Indonesia tawarkan kepada investor asing adalah keseriusan. Kami serius melakukan reformasi,” ditegaskannya.

Menurutnya Indonesia saat ini terus berbenah untuk menarik investor asing. “Ditengah perlambatan ekonomi global saat ini, setiap negara berkompetisi untuk mendapatkan investasi asing (Foreign Direct Investment)” pungkasnya.

()