Jakarta, Aktual.co — PT Liga Indonesia (PT LI), selaku operator kompetisi sepakbola Indonesia, menetapkan bahwa, pertandingan babak delapan besar Divisi Utama, antara PSS Sleman vs Persiwa Wamena, tanpa penonton.

Pertandingan tersebut akan diselenggarakan di Stadion Mashud Wisnusaputra, Kuningan, Jawa Barat, Sabtu (18/10).

Larangan tanpa penonton itu diambil, setelah Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, memberikan sanksi kepada PSS Sleman, setalah terjadi bentrokan suporter, pada Minggu (12/10), ketika pertandingan antara PSS Sleman melawan PSCS Cilacap.

“LIGA memutuskan laga PSS vs Persiwa dilaksanakan di Stadion Mashud Wisnusaputra, Kuningan, pada Sabtu (18/10) dan dilaksanakan tanpa penonton,” papar Joko Driyono, CEO PT Liga Indonesia, dikutip laman resmi PSSI, Jumat (17/10).

Selain itu, PT LI selaku operator kompetisi sepakbola di Indonesia, nampaknya sangat serius dengan hukumannya yang dilayangkan untuk tim asuhan Herry Kiswanto.

“Pertandingan hanya dapat disaksikan perangkat pertandingan, tim kesehatan, tim keamanan dan wartawan. Bila  pertandingan itu disaksikan penonton, maka laga itu dinyatakan sebagai pertandingan persahabatan,” kata pria yang biasa disapa Jokdri.

Penetapan stadion yang menjadi kandang Persita Tanggerang sebagai venue laga PSS vs Persiwa, sebenarnya sudah diputuskan oleh PT LI pada Rabu (16/10) kemarin. Keputusan tersebut ditetapkan setelah melihat Surat Keputusan Komdis PSSI pada 14 Oktober 2014 terkait sanksi terharap PSS Sleman.

Pada berita sebelumnya yang berjudul “Komdis PSSI Sanksi Pendukung PSS Sleman”, di mana Hinca Panjaitan yang menjabat sebagai Ketua Umum Komdis PSSI juga telah menghukum PSS Sleman.

Hukuman tersebut berupa sanksi pertandingan tanpa penonton yang dilaksanakan di tempat netral yang jaraknya minimal 100 km dari Kabupaten Sleman, saat PSS Slemana berjumpa Persiwa Wamena pada 18 Oktober 2014.

()

()