Jakarta, Aktual.com — Perusahaan waralaba Trump Towers di Turki mengutuk proposal bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Donald Trump untuk sementara melarang orang-orang Islam memasuki AS, dan menyatakan pada Kamis malam bahwa pihaknya sedang mengevaluasi hubungan legalnya dengan pemilik nama dagang tersebut.

Trump Towers Istanbul adalah kompleks perumahan dan komersial yang dikembangkan oleh Aydin Dogan, milyarder Turki, yang menaikkan pamor distrik bisnis pusat kota itu. Dogan membayar Trump karena merk dagang perusahaannya.

“Kami menyayangkan dan mengutuk keterangan diskriminatif Trump. Pernyataan-pernyataan seperti itu tak memiliki nilai dan merupakan produk dari suatu pemikiran yang sama sekali tidak memahami Islam, agama perdamaian,” kata Bulent Kural, manajer pusat perbelanjaan Trump.

Trump, pengusaha real estat dan mantan bintang acara reality TV yang memimpin dalam jajak-jajak pendapat untuk meraih perebutan suara dari Republiken sebagai calon dalam pemilihan presiden pada 2016, mendapat kecaman di dalam dan luar negeri atas rencanannya itu.

Trump memprovokasi kemarahan internasional dengan menyerukan bagi orang-orang Islam, termasuk calon-calon pengungsi, mahasiswa dan turis, dilarang masuk ke AS setelah penembakan pekan lalu di California oleh sepasang suami-istri yang penguasa di AS katakan mereka terradikalisasi.

Trump Towers Mall di Istanbul memiliki 175 toko berbeda, memperkenalkan merk-merk terkenal di dunia dan Turki.

“Reaksi kami telah disampaikan langsung kepada keluarga Trump. Kami akan meninjau dimensi hukum dari hubungan kami dengan merk dagang Trump,” kata Kural dalam satu pernyataan yang dikirim melalui surat elektronik.

(Ant)

(Nebby)