Jakarta, Aktual.co — Penumpang Maskapai Lion Air JT 552 Jakarta-Yogyakarta, Vidi Vici Baltlolone, tidak terima dengan penjelasan Direktur Operasional Daniel Putu terkait bantahan atas insiden di Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (16/10).
“Penjelasan Direktur Operasional Lion Air di berita media online itu tidak benar dan tidak berdasarkan fakta. Dia (Daniel) membantah petugasnya mengajak berkelahi, faktanya memang mengajak berkelahi kok. Saya ada di situ dan melihat langsung kejadiannya,” kata Vidi di Yogyakarta, Jumat (17/10).
Vidi, salah satu penumpang yang dirugikan Lion Air, menyaksikan Manager on Duty bernama Dodi Andiyansyah berteriak dan menantang berkelahi kepada penumpang bernama Andre.
Kebohongan Daniel lainnya adalah pengakuan bahwa penerbangan yang seharusnya pukul 07.30 itu dimundurkan menjadi pukul 11.00 WIB.
Padahal, rombongan penumpang tersebut bisa ikut penerbangan berikutnya atas kebijakan Direktur Umum Edward Sirait yang dihubungi pada saat kejadian.
“Kalau memang dia (Daniel) bilang penerbangan kami delay ke jam 11.00, kenapa kami gagal ‘check-in’ yang jam 07.30? Malahan kami disuruh berangkat penerbangan besok paginya (Jumat),” jelasnya.
Kekecewaan tersebut muncul setelah Daniel Putu memberikan pernyataan ke media daring terkait pembelaan dan bantahan terhadap insiden memalukan yang dilakukan pihak Lion Air.
Dalam berita berjudul “Pihak Lion Air Bantah Petugasnya Ajak Berkelahi Penumpang”, Daniel membantah dan berbalik menuduh bahwa penumpang yang terlebih dulu mendorong petugas sehingga terjadi adu mulut.
“Daniel bilang sudah sesuai prosedur, apa mengajak berkelahi sudah menjadi prosedur Lion Air? Penumpang memang tidak senang dengan pelayanannya, tetapi tidak ada yang mendorong dan bersentuhan fisik, hanya adu mulut. Kalau berani, ayo kita sama-sama buka CCTV,” ujar Vidi.
Insiden tersebut terjadi Kamis pagi (16/10) ketika sejumlah penumpang ditolak oleh petugas untuk ‘check-in’ karena sistemnya sudah ditutup. Padahal, para penumpang sudah hadir di konter ‘check-in’ lebih dari satu jam sebelum penerbangan pukul 07.30 WIB.
Ketika para penumpang tersebut meminta dimasukkan ke penerbangan berikutnya, “ground staff” Lion Air malah menyuruh ikut ke penerbangan esok harinya (Jumat).
Padahal, di dalam pesawat penerbangan pukul 09.00 hari itu terdapat beberapa kursi kosong.

()

()