Jakarta, Aktual.com – Konsultan politik pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno yakni lembaga kajian Polmark Indonesia, menyatakan kliennya ikut dirugikan atas isu suku agama ras dan antargolongan (SARA) yang digulirkan oknum tidak bertanggung jawab.

“Misalnya soal isu yang belakangan bergulir soal Jakarta kota syariah itu kami jelas ikut dirugikan. Seolah-olah kami yang membuat itu, padahal pendukung Anies-Sandi tidak hanya dari kalangan muslim,” ujar Direktur riset Polmark Indonesia, Eko Bambang Subiantoro dalam diskusi pilkada yang diselenggarakan Komunitas Pers Peduli Pemilu Jakarta (KP3J), di Jakarta, Senin (10/4).

Eko mengatakan kliennya tidak pernah menyatakan akan membuat Jakarta sebagai kota syariah. Menurut dia, cawagub Sandiaga Uno bahkan ikut turun tangan mencopot tulisan berbau isu agama tersebut.

“Kami tidak punya program Jakarta kota syariah. Tidak pernah ada dalam dokumen visi-misi pak Anies-Sandi,” kata dia.

Eko menegaskan Anies-Sandi menginginkan seluruh warga Jakarta tidak menggunakan SARA sebagai perspektif dalam menentukan pilihan di Pilkada DKI Jakarta.

“Pak Anies dan pak Sandi menginginkan publik melihat porgram-program yang ditawarkan, bukan berdasarkan agama dan sebagainya” jelas dia.

Pilkada DKI Jakarta putaran kedua diikuti dua pasangan calon yakni nomor pemilihan dua Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat serta nomor pemilihan tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta putaran kedua akan berlangsung 19 April 2017.

 

Ant.

()