Karawang, Aktual.com – Upaya penanganan dan pendekatan terhadap masyarakat terdampak kebocoran pipa minyak Pertamina terus dilakukan Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia (SPPSI). Selain penanganan fisik, SPPSI juga terpanggil untuk menggelar Istigosah atau doa bersama masyarakat di Kampung Bungin, Desa Tanjung Pakis, Kerawang.

Istighosah dilakukan untuk mendoakan rekan sesama pekerja Pertamina agar kiranya Allah memberikan keselamatan dan kemampuan dalam menyelesaikan musibah yang terjadi yang terjadi saat ini.

Dalam acara yang dihadiri pengurus SPPSI serta tokoh masyarakat Desa Tanjung Pakis ini, dilakukan pula santunan terhadap 100 anak yatim dan bantuan dana kepada Karang Taruna, Kampung Bungin. Pemberian dilakukan secara simbolis oleh Ketua Umum SPPSI, Muhammad Syafirin kepada 10 orang anak yatim.

Ketua Umum SPPSI Muhammad Syafirin mengatakan, kebocoran pipa Pertamina di lepas pantai merupakan musibah yang tidak diinginkan semua pihak. Dirinya pun memastikan pengeboran dilakukan sesuai prosedur dan dilakukan oleh ahlinya.

Namun, kata dia, kebocoran minyak terjadi karena kehendak Allah dan tak bisa dihindari. Menurutnya, dalam musibah ini, Pertamina telah berusaha untuk mengurangi dampak secara fisik. SPPSI pun mengajak seluruh masyarakat untuk berdoa, memohon kepada Allah agar musibah ini dapat segera teratasi.

“Kebocoran minyak adalah musibah karena Allah berkehendak, ada beberapa wilayah yang terdampak akibat kegiatan ini, dan perusahaan sudah berusaha fisik untuk melakukan hal-hal yang terbaik. Kami mengajak masyarakat untuk berdoa bersama. Semoga kejadian ini dapat segera diatasi,” kata Syafirin.

(Abdul Hamid)