Malang, Jawa Timur, Aktual.com – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Malang memberikan penjelasan terkait adanya lonjakan tagihan yang dialami oleh salah satu pelanggan di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Malang Raya, Mohammad Eryan Saputra mengatakan bahwa lonjakan tagihan pada Mei 2020 yang mencapai Rp20 juta itu, diakibatkan adanya peralatan kapasitor listrik milik pelanggan yang tidak berfungsi.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan dan hasil konfirmasi dengan pelanggan, diketahui bahwa peralatan kapasitor milik pelanggan tidak berfungsi sama sekali,” kata Eryan, saat dikonfirmasi Antara, dari Kota Malang, Jawa Timur, Kamis.

Eryan menjelaskan, dengan peralatan kapasitor yang tidak berfungsi tersebut, mengakibatkan pemakaian listrik pelanggan atas nama Teguh Wuryanto mengalami lonjakan. Teguh Wuryanto merupakan pelanggan dengan tarif industri (I2), dengan daya 23.000 VA.

Menurut Eryan, berdasarkan data PLN, lonjakan tagihan tersebut tidak berhubungan dengan perhitungan rata-rata tiga bulan untuk rekening April, dan Mei 2020, yang berakibat pada naiknya tagihan listrik di mayoritas pelanggan rumah tangga

“PLN mengimbau agar pelanggan dapat melakukan pemeriksaan berkala terhadap peralatan listrik yang digunakan,” kata Eryan.

Eryan menambahkan, pelanggan atas nama Teguh Wuryanto, telah menyatakan bersedia menyelesaikan tagihan rekening listrik yang mengalami kenaikan signifikan tersebut. PLN bersedia membantu memberikan keringanan berupa pembayaran dengan cicilan.

“Kami telah membantu melakukan pengecekan peralatan dan instalasi pelanggan, agar hal ini tidak terjadi di kemudian hari,” ujar Eryan.

Lonjakan tagihan listrik tersebut dikeluhkan oleh salah seorang pelanggan Teguh Wuryanto, yang memiliki usaha bengkel las di Desa Bedali, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Rata-rata tagihan listrik selama ini, berkisar antara Rp900 hingga Rp2 juta.

Kenaikan tagihan listrik pada Mei 2020 itu ditengarai disebabkan oleh kebocoran daya reaktif (kVarh) yang ketahui usai dilakukan pemeriksaan dari tim PLN UP3 Malang.(Antara)

(Warto'i)