Semarang, Aktual.com – PT Perusahaan Listrik Negara mencabut subsidi listrik terhadap 2 juta pelanggan rumah tangga, dengan daya 900 Volt Amphere di wilayah Jateng-Yogyakarta.

Langkah pencabutan subsidi itu sebagai skema pemerintah mengurangi kebutuhan energi listrik bagi rumah tangga mampu, guna dialihkan untuk infrastruktur kelistrikan lain.

Humas PT PLN Distributor Jateng-DIY Ardian Sakti menyatakan, pencabutan itu merupakan kebijakan subsidi tidak sasaran, yang diberikan kepada warga miskin dan tidak mampu, sesuai basis data terpadu yang diolah Tim Nasional Penanggulangan Percepetan Kemiskinan.

“Istilahnya bukan dicabut, tetapi mengimplementasikan kebijakan subsidi tepat sasaran, dengan memperbaiki kriteria penerima subsidil tidak tepat sasaran,” ujar dia di Semarang, Jum’at (6/1).

Bagi pelanggan yang mengadu, dia mempersilahkan mendatangi kelurahan-kecamatan terdekat maupun mengunjungi website www.lapor.go.i’d. Total data jumlah pelanggan rumah tangga daya 900 VA mencapai 3,38 juta tersebar di Jateng-DIY.

Dari jumlah itu, 554.000 pelanggan yang masih tetap menerima subsidi tepat sasaran. Dia mengatakan, alasan pengalihan beban subsidi itu guna menekan biaya produksi lebih tinggi berbanding terbalik dengan biaya jual lebih rendah. Maka, perlu margin untuk mengembangkan investasi infrastruktur listrik.

“Secara rasionalistik masih 93 persen, belum angka 100 persen. Sehingga PLN mengembangkan di daerah yang belum dialiri listrik. Domain soal itu ada ditangan pemerintah untuk penerapan subsidi tepat sasaran. Kita hanya operator.”
Laporan: Muhammad Dasuki

()

(Wisnu)