Jakarta, Aktual.com — Di Bumi, langit biru merupakan hasil ‘hamburan’ cahaya Matahari oleh molekul gas di atmosfer. Berbeda dengan Planet Kerdil Pluto, yang paling jauh dengan Matahari ini memang sedikit terkena pancaran.

Namun tidak oleh molekul, tetapi oleh kabut partikel jelaga yang disebut “Tholins”, yang dibuat sebagai hasil dari reaksi kimia yang melibatkan zat metana dan nitrogen yang berada di atas Pluto.

Menariknya, dijelaskan dari laman HufftingPost, bahwa pesawat luar angkasa NASA, New Horizons telah berhasil melewati Pluto di bulan Juli lalu. Tujuan dari New Horizons yaitu, untuk mengambil gambar dari Planet Kerdil tersebut dan mengirimkannya ke Bumi.

Minggu lalu, pesawat NASA itu mengirimkan foto yang menunjukkan bahwa Pluto memiliki langit berwarna biru. Bukti tersebut akhirnya diumumkan oleh NASA pada Rabu (7/10) lalu.

Yang menghebohkan para peneliti dari foto tersebut adalah, tampak partikel yang ada di lapisan atmosfer Pluto sebenarnya memiliki warna merah dan abu-abu.

Namun demikian, partikel tersebut justru memancarkan warna biru. Itulah mengapa para peneliti tersebut menjadi takjub. Untuk diketahui, Pluto adalah sebuah Planet kerdil yang berada di ujung Tata Surya kita, dimana dalam sebuah zona yang disebut “Kuiper Belt” atau “Sabuk Kuiper”.

“Siapa sangka langit di sabuk Kuiper berwarna biru? Langit itu terlihat mengagumkan,” demikian kata Alan Stern, kepala ilmuwan untuk New Horizons.

Perbedaan lainnya, yaitu, ditemukan adanya air es di beberapa permukaan Pluto, termasuk kawah dan juga lembah. Uniknya air es tersebut berwarna merah. Peneliti mengungkapkan, kemungkinan fenomena itu disebabkan karena “Tholins” tertutup es dan jatuh ke permukaan Pluto.

Peristiwa langka itu diungkapkan oleh Silvia Protopapa, anggota tim sains New Horizons dari University of Maryland, College Park.

“Saya terkejut bahwa air es ini begitu merah, Kami juga belum memahami hubungan antara air es dan ‘Tholin’ berwarna kemerahan di permukaan Pluto,” kata ia seakan tidak mempercayainya.

Sekedar informasi, New Horizons, pesawat ruang angkasa NASA sekarang berada dalam jarak 3,1 miliar mil (5 miliar kilometer) dari Bumi dan masih mengirim foto dan data ke stasiun NASA di Bumi.

Artikel ini ditulis oleh: